Politik

Akhiri Polemik Keislaman Capres, Dai Aceh Undang Jokowi-Prabowo Tes Baca Al Quran

Sabtu, 29 Desember 2018 16:00 wib

...
Bakal calon gubernur-wakil gubernur Aceh dalam Pilkada 2017 saat mengikuti tes kemampuan baca Al Quran (santrinews.com/ist)

Banda Aceh – Dewan Ikatan Dai Aceh mengusulkan sekaligus mengundang pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang bertarung di Pilpres 2019 untuk mengikuti tes baca Al Quran. Tes itu diharapkan bisa menyudahi politik identitas yang marak belakangan ini.

“Untuk mengakhiri polemik keislaman capres dan cawapres, kami mengusulkan tes baca Al Quran kepada kedua pasangan calon,” kata Ketua Dewan Pimpinan Ikatan Da’i Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak di Banda Aceh, Sabtu, 29 Desember 2018.

Baca: Jokowi dan Habib Luthfi Peringati Maulid Nabi Bersama 100 Ribu Banser

Menurut Marsyuddin, sebagai organisasi yang fokus pada pengembangan dakwah dan syiar Islam, pihaknya ingin turut berperan dalam pesta demokrasi lima tahunan.

Dia lantas mengundang baik Jokowi-KH Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mengikuti uji membaca Al Quran di Aceh.

“Tes membaca Al Quran akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada tanggal 15 Januari 2019,” kata Marsyuddin.

Marsyuddin menyadari hasil tes membaca Al Quran ini tidak bisa mempengaruhi keputusan KPU. Namun dia menyebut tes ini bisa jadi langkah awal untuk mengakhiri politik identitas.

Baca juga: Ini Komitmen Prabowo kepada Kiai Pesantren Magelang

Tes baca Alquran di provinsi Aceh bukan hal baru. Tes ini sebelumnya telah diberlakukan kepada calon anggota DPR Provinsi Aceh (DPRA) dan DPRD kabupaten/kota di Aceh (DPRK).

Bedanya, tes bagi calon anggota DPRA dan DPRK itu menjadi aturan yang wajib dijalankan.

Kewajiban itu membuat sejumlah bakal caleg DPRA dan DPRK Aceh gugur. Mereka tidak bisa bertarung di Pemilu 2019 karena tidak lulus tes kemampuan membaca Al Quran.

Di Kabupaten Bireun, Aceh, Ketua Komisi Independen Pemilu (KIP) Bireun, Agusni menyatakan sebanyak 27 bacaleg DPRK Bireuen gagal bertarung pada Pemilu 2019, karena dinyatakan gugur pada tahap uji kemampuan baca Alquran.

“Hasil tersebut kita sampaikan dalam rapat pleno yang dihadiri para pengurus partai atau penghubung partai dan ditindaklajuti sebagaimana mestinya,” katanya. (shir/ant)