Politik

Hadiri Haul KH Abdul Karim, Sandiaga: Negara Ini Banyak Berutang pada Pesantren

Senin, 28 Januari 2019 02:30 wib

...
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno menghadiri acara Rezeki Sejuta Bintang (RSB) di Lapangan Karebosi, Kota Makassar. Acara ini dimeriahkan oleh Group Musik Sabyan (santrinews.com/ist)

Bangkalan – Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri Haul ke-133 Almarhum KH Abdul Karim di Pondok Pesantren Sembilangan Kramat, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Ahad, 27 Januari 2019.

Dengan mengenakan baju koko putih dan sarung serta peci hitam, Sandiaga tiba di pesantren pukul 09.00 WIB dan disambut hangat oleh pengasuh Pesanten Sembilangan KH Muhammad Shofwan serta tokoh-tokoh ulama Madura lainnya. Sandi juga menyempatkan diri berziarah ke makam KH Abdul Karim.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga menyebut pentingnya peran pesantren bagi negara Indonesia, terutama dalam memberikan pendidikan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Acara haul yang mengingatkan kita perjuangan pendiri pesantren dalam memberikan pendidikan dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitarnya. Negara ini banyak berutang pada pesantren, dengan para ulama dan para Santri,” kata Sandi dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Sandi acara peringatan Haul tersebut juga mampu menggerakan ekonomi masyarakat sekitar. Yakni dengan, banyak pedagang kaki lima menjajakan dagangannya di sekitar pesantren, mulai dari kuliner, baju muslim bahkan mainan anak-anak.

“Acara haul meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya. Kegiatan seperti ini menjadi pusat gerakan ekonomi umat. Ini bentuk Islam rahmatan lil alamin, Islam membawa rahmat dan kesejahteraan bagi alam semesta,” ujarnya.

Sandi juga meminta para santri untuk sadar untuk wirausaha. Menurutnya, selain sebagai pusat pendidikan, pesantren juga sebagai pelatihan wirausaha bagi santri.

“Enam puluh persen santri, jika diberi kejuruan untuk diberikan pelatihan, pendampingan dan permodalan bisa menciptakan lapangan kerja. Pesantren bukan hanya pusat pendidikan tapi juga pusat pelatihan entrepreneurship bagi para santri,” kata Sandiaga. (shir/onk)