Politik

Deklarasi Ribuan Nyai Madura, Jokowi-KH Maruf Amin Simbol Kemenangan NKRI dan Aswaja

Sabtu, 23 Februari 2019 08:30 wib

...
Para ibu nyai di Madura saat deklarasi dukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin, di Gedung Ismaic Centre, Pamekasan, Jumat, 22 Februari 2019 (santrinews.com/istimewa)

Pamekasan – Sekitar lima ribu kaum perempuan pesantren di Madura tumplek blek di Gedung Ismaic Centre, Pamekasan, Sabtu 22 Februari 2019. Mereka yang tergabung dalam ‘Nyai Bersatu’ mendeklarasikan diri sebagai pendukung pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Tak hanya mendukung saja. Para Ibu Nyai itu juga berikrar untuk berdiri di garda depan mengawal pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 tersebut.

“Untuk Pilpres mendatang, kami akan berupaya keras agar pasangan Bapak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin bisa unggul 60% hingga 70%, khususnya di wilayah Madura,” kata Koordinator Nyai Bersatu, Ny Hj Djuwairiyah Fawaid As’ad di lokasi acara.

Baca juga: Presiden Jokowi Pertimbangkan Menteri Khusus Pondok Pesantren

Selain melihat keberhasilan Presiden Joko Widodo, cawapres pasangannya saat ini merupakan tokoh NU dan juga Ketua Majelis Ulama Indonesia, merupakan panutan, kaum emak-emak atau ibu nyai, di seluruh Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

“Sebagai umat Islam, emak-emak, Nyai se-Madura menilai sosok Jokowi-Kyai Ma’ruf merupakan sosok yang terbaik, dan amanah untuk memimpin negara yang besar. Kemenangan Pak Jokwoi dan Kiai Ma’ruf adalah kemenangan NKRI dan ahlussunnah wal jamaah,” tutur Nyai Djuwairiyah.

Baca juga: Arus Baru Muslimah Deklarasi Dukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin

Menurut Nyai Djuwairiyah, deklarasi dukungan kepada Jokowi-KH Ma’ruf Amin bukan tanpa alasan, melainkan setelah melalui hasil musyawarah jumhur kiai NU dan pengasuh pesantren. “Sepakat dengan pilihan pak Jokowi yang memilih Kiai Maruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden, mereka berdua pemimpin terbaik bangsa kedepan, “ tegasnya.

Turut hadir dalam acara deklarasi itu sejumlah Kiai dan tokoh agama di Jawa Timur dan Madura. Antara lain KH Marzuki Mustamar (Malang), KH Taufiq Hasyim, KH Hamid Mannan, KH Hamid Zubair (Pamekasan), KH Abd Wasik Masrai, KH Syamsuddin (Sampang), dan Nyai Hj Mafrudah Hamid (Ketua Muslimat NU Pamekasan) dan ibu Nyai pengasuh pesantren se-Madura. (rus/onk)