Politik

Wakili Milenial, Chusni Mubarok Potensial Jadi Bupati Malang

Selasa, 11 Februari 2020 22:30 wib

...
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang, Chusni Mubarok (santrinews.com/istimewa)

Malang – Wakil Sekjend Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Chusni Mubarok dinilai layak maju sebagai calon bupati Kabupaten Malang pada Pilkada 2020. Ia punya visi pembangunan 4.0 dan mengerti cara mengelolah SDM sehingga Malang bisa berdaya saing internasional.

“Chusni Mubarok sosok yang mengerti masyarakatnya, peka terhadap sosial, memiliki ide yang kongret, tegas, dan sosok yang mampu memegang kepercayaan masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Malang Creativepreneur Setiawan, Selasa, 11 Februari 2020.

Baca juga: Siagakan 2500 Personel, Polres Malang Petakan Daerah Rawan Gangguan Pilkada 2020

Malang CreativePreneur adalah komunitas anak muda pegiat entrepreneur di Malang Raya. Pada akhir pekan Februari 2020 akan menggelar talk show Millenial Jogo Malang dengan dengan “Malang Butuh Arek Enom”.

Menurut Setiawan, sudah saatnya anak muda yang memiliki pikiran kedepan yang melek perkembangan dunia di Era 4.0 untuk tampil memimpin. Seorang yang punya visi misi kedepan yang lebih mementingkan kepentingan masyarakat yang harus didahulukan.

“Untuk menjadi seorang pemimpin di daerah tidak harus dari golongan yang sudah berumur. Saatnya anak muda diberi ruang mengekspresikan diri, diberi mandat untuk memimpin,” tegasnya.

Menurut Setiawan, memilih seorang pemimpin yang akan berjuang demi kemajuan desa bukan sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan.

Baca juga: Ansor Malang Desak Polri Bebaskan Bambang Widjojanto

“Tidak melulu soal program kerja yang akan dikerjakan namun juga tentang bagaimana kota ini akan dibawa selama lima tahun kedepan,” ujarnya.

Chusni Mubarok adalah ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang. Bermodal 7 kursi di parlemen hasil Pemilu 2019 lalu, Gerindra Kabupaten Malang masih butuh tambahan 3 kursi –sesuai persyaratan minimal— agar bisa mengusung pasangan calon pada Pilkada 2020, sehingga perlu berkoalisi dengan partai lain. (red)