Politik

Mahasiswa, Penentu Kualitas Pemilu 2014

Selasa, 24 Desember 2013 19:41 wib

...
Pengamat Politik Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, Khubby Ali Rohmad (tengah) bersama Sekretaris F-KB DPRD Jatim, Badrut Tamam, saat mengisi dialog politik 'Menakar Peran Mahasiswa Islam dalam Mengawal Pemilu 2014' oleh Gemasaba Jatim. (dok/santrinews.com)

Surabaya – Pemilu 2014 merupakan momentum politik yang sangat menentukan bagi bangsa Indonesia kedepan. Karena itu, mahasiswa diharapkan ikut berperan aktif mengawasi pesta demokrasi lima tahunan ini.

“Mahasiswa wajib mengikuti konstelasi politik,” kata pengamat politik Islam dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Khubby Ali Rohmad, Selasa, 24 Desember 2013.

Khubby Ali menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada acara dialog yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Jawa Timur, di Wisma Sejahtera, Surabaya.

Khubby Ali tampil menjadi pembicara pada acara dialog bertajuk ‘Menakar Efektifitas Peran Mahasiswa Islam dalam Membangun Sistem Demokrasi pada Pemilu 2014’ itu bersama Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Jatim, Badrut Tamam.

Menurut Khubby Ali, permasalahan Pemilu 2014 terletak pada media sebagai penyedia informasi yang sudah dikuasai oleh banyak kepentingan. Sehingga semua informasi tidak tersampaikan secara tepat.

“Inilah masalah yang harus dihadapi dan diawasi mahasiswa,” katanya, dihadapan ratusan peserta yang mayoritas terdiri dari mahasiswa itu.

Dia menilai, kualitas Pemilu 2014 sangat ditentukan oleh peran aktif mahasiswa. Sebab, saat ini masyarakat sudah mulai dicekoki arus informasi dari media yang sarat kepentingan.

Akibatnya, menurut dia, masyarakat terjebak dalam kubangan informasi yang menyesatkan yang pada akhirnya akan menjatuhkan pilihan kepada calon pemimpin yang tidak memiliki komitmen bagi pembangunan bangsa.

“Oleh karena itu mahasiswa yang notabene melek media sudah sepatutnya meluruskan pemberitaan itu,” tandasnya.

“Mahasiswa ikut mengawasi proses pemilu sehingga tercipta pemilu yang jujur dan adil,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Khubby Ali, mahasiswa harus ikut mengkampanyekan figur yang dianggap bagus, serta melakukan pendidikan politik bagi masyarakat. “Mahasiswa memang bukan Panwas, tapi juga punya hak untuk menyuarakan keadilan dan itu dilindungi oleh undang-undang,” tandasnya.

Hampir senada disampikan Badrud Taman. Menurut dia, ditengah carut marut bangsa serta dalam proses berdemokrasi, mahasiswa harus independen dalam berpikir dan ikut andil dalam menyuarakan kebenaran.

“Peran mahasiswa itu jelas yaitu menyuarakan kebenaran,” ujarnya.

Karena itu, Badrut berharap, pada Pemilu 2014 mendatang, mahasiswa turun tangan untuk ikut ambil bagian dalam menciptakan bangsa Indonesia kedepan yang lebih baik.

“Dalam hal pemilu, mahasiswa wajib ikut mensosialisasikan caleg dan calon pemimpin yang dianggap layak,” kata Badrut mengakhiri. (ahay)