Sosok dan Pristiwa

Immatul Maisaroh, Penasihat Presiden AS Barack Obama dari Malang

Selasa, 26 Juli 2016 06:16 wib

Malang – Seorang perempuan Indonesia bernama Immatul Maisaroh menjadi salah satu penasihat Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama.

Ima, sapaannya, dijadwalkan akan berpidato di depan delegasi Konvensi Nasional Partai Demokrat, yang dihelat di Kota Philadelphia, Negara Bagian Pennsylvania, Selasa, 26 Juli 2016, hari ini.

Ima berasal dari RT24/RT03 Dusun Krajan, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bekas tenaga kerja wanita itu lahir di Kanigoro pada 26 Maret 1980 sebagai anak sulung dari tiga bersaudara dari pasangan Turiyo, 54 tahun, dan Alimah, 50 tahun.

Namun Turiyo dan Alimah tidak tahu bila Immatul kini jadi orang penting di Amerika. “Ima itu enggak pernah cerita kerjanya apa di sana. Dia cuma bilang kerjanya ikut di kantor presiden,” kata Turiyo di rumahnya, Senin, 25 Juli 2016.

Seingat Turiyo dan Alimah, anak sulungnya pernah cerita bekerja membantu orang-orang terlantar, terutama para pekerja asal Indonesia di Negeri Paman Sam. Ima sendiri tidak pernah bercerita bahwa dirinya juga jadi korban perbudakan di negeri rantau. Ima selalu menutupi kesusahan dirinya selama bekerja di negeri rantau dan sebaliknya bercerita yang senang-senang saja.

Turiyo dan Alimah tidak tahu bila sejak 2012 Ima menjadi staf di Coalition to Abolish Slavery and Trafficking atau CAST, organisasi nirlaba yang menolong Ima pada 2000 untuk kabur dari siksaan majikannya di Los Angeles. Tugas Ima di CAST sebagai koordinator para korban perbudakan dan perdagangan manusia.

Keaktifan Ima di CAST berbuah manis. Pada 2012 pula Presiden Obama menunjuk Ima menjadi salah satu anggota Gugus Tugas untuk Pemantauan dan Pemberantasan Perdagangan Manusia (PITF) dan kemudian per Desember 2015 mengangkat Ima menjadi salah satu dari 11 anggota Dewan Penasihat Gedung Putih. (rus/tempo)