Sosok

Mukafi Makki: Sejarah yang Mendorong Saya Maju

Kamis, 29 Mei 2014 11:09 wib

...
Mukafi Makki (santrinews.com/dok)

TUBUHNYA gempal, dan ketika berbicara ia memiliki nada tenang. Kalau ditanya kesan tentangnya, saya bisa menggambarkannya dalam kalimat singkat: orang ini seperti tong penuh air. Kesan tong penuh air didasari atas dua alasan. Pertama, tubuhnya yang memang besar seperti tong, dan kedua ia tak memiliki nafsu besar untuk menghambur-hamburkan kata.

Sebelum kesan tong penuh air, saya sudah mendengar namanya tahun 2006. Pada tahun itu, seorang teman menceritakan sepak terjangnya: “Giant orangnya lihai. Ia memenangkan pemilihan Ketua Bem Iain dengan elegan. Pada waktu konvensi, semua pihak dapat didudukkannya tanpa seteru.”

Giant adalah panggilan akrab dia di kalangan mahasiswa dan aktivis. Bahkan banyak yang tidak nama asli dia. Sebab, nama dia memang lebih dikenal “Giant”.

Pada tahun itu, saya anggap cerita teman saya tak ubahnya cerita tak ada kecap nomor dua. Saya masih sangsi, benarkah Giant orangnya lihai? Apakah betul ia seorang aktivis jempolan? Ini Surabaya Bung!? Itulah beberapa uneg-uneg yang menhantui saya setiap teman-teman saya bercerita tentangnya.

Tahun 2008, saya memiliki kesempatan bertemu dengan lelaki kelahiran Probolinggo, 2 Juli 1984, itu Waktu itu, ia digadang-gadang untuk maju jadi ketua umum PKC PMII Jawa Timur. Saya pun sangsi. Orang ini mungkin hanya ingin main-main, kataku dalam hati. Saya sangsi karena Giant tak begitu lihai memainkan kata. Padahal kalau kita lihat dalam berbagai media, calon pemimpin itu begitu bernafsu untuk berbicara secara panjang lebar.

5 Aksi Gerakan
Menjelang tahun 2014, di tengah hiruk-pikuk politik nasional, namanya kembali menyeruak. Ia akan mencalon diri sebagai kandidat ketua umum Pengurus Besar PMII. Untuk kali ini, saya tak boleh kecolongan, piker saya mengamati dari jauh. Dan syukurlah, pada sore yang sejuk dan tenang, saya berkesempatan menemuinya.

Menghadapi beberapa pertanyaan saya, alumni pondok pesantren tambak beras ini begitu tenang. Ia seperti matador yang tak gentar menghadapi banteng. “Saya maju sebagai kandidat ketua umum PMII bukan karena ambisi. Tapi sejarahlah yang mendorong saya untuk maju,” ujarnya menanggapi pertanyaan pertama saya: apa motivasi anda mengajukan diri jadi kandidat ketua umum?

Secara panjang lebar, kemudian ia bercerita tentang kelahiran PMII. PMII yang memiliki karakter egaliter, kritis dan dapat diterima oleh semua pihak, tak dapat dilepaskan dari karakteristik kota Surabaya yang keras, kosmopolitan, berfikir bebas dan tidak mau dijajah, cepat mempertahankan diri, setia kawan, gotong royong, berani dan pantang menyerah.

“Artinya, kalau sampai hari ini PMII itu masih teguh dengan prinsip independensinya, itu tidak bisa dilepaskan dari karakter tanah kelahirannya.”

Lebih jauh, Wakil ketua KNPI Jawa Timur (2013-sekarang) ini menegaskan, bahwa dirinya sebagai kader PMII Surabaya memiliki tanggung jawab moral untuk mengabdikan dirinya demi PMII agar tetap berada di jalur sejarahnya. “PMII sebagai organ pergerakan harus ingat pada sejarahnya. Harus ingat di mana ia dilahirkan. Harus ingat untuk apa ia dilahirkan.”

Dalam jenjang keorganisasian PMII, Mukafi Makki dapat dibilang kader yang purna. Ia pernah menjabat ketua Rayon PMII Fakultas Adab IAIN SUnan Ampel (2003-2004), Ketua Komisariat IAIN Sunan Ampel (2004-2005), Ketua II PMII Cabang Surabaya (2006-2007) dan puncaknya ketua umum PKC PMII jawa Timur (2009-2011).

Pada perhelatan kongres yang akan digelar di kota Jambi, 30 Mei 2014-7 Juni 2014 ini, Mukafi Makki mengusung spirit “Terwujudnya tatanan sistem organisasi yang ideologis, dinamis dan progresif dengan berlandaskan konsepsi Islam Ahlussunnah Waljamaah serta berpegang teguh pada sistem kebangsaan yang demokratis, adil dan bermartabat.”

Selain visi-misi di atas, Mukafi Makki juga mengajukan lima aksi nyata jika dirinya kelak terpilih. Pertama, new paradigma PMII; Paradigma Kritis Transformatif dan Geo Strategi. Kedua, Muktamar Pergerakan; Gelora Bung Karno. Ketiga, Forum Wetonan (Minggu Pon, 17 April 1960). Keempat, Konsolidasi Nasional, Regional, Daerah dan Sektor per Triwulan. Kelima, Infaq Pergerakan, Reg-Spasi-INFAQ kirim ke 1960. (met/ahay)