Syariah

Hukum dan Dalil Pujian Shalawat dan Doa Setelah Azan

Rabu, 08 September 2021 22:30 wib

...

Adakah tuntunan membaca shalawat atau doa setelah azan? Untuk shalawat ada Fatwa ulama dari Al-Azhar, Mesir, yaitu Syeikh Sulaiman Al-Jamal:

ﻭﺃﻣﺎ ﻗﺒﻞ اﻹﻗﺎﻣﺔ ﻓﻬﻞ ﻳﺴﻦ ﺃﻳﻀﺎ ﺃﻭ ﻻ ﺃﻓﺘﻰ ﺷﻴﺨﻨﺎ اﻟﺸﻮﺑﺮﻱ ﺣﻴﻦ ﺳﺌﻞ ﻋﻤﺎ ﻳﻔﻌﻞ ﻣﻦ اﻟﺼﻼﺓ ﻭاﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ اﻟﻨﺒﻲ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻗﺒﻞ اﻹﻗﺎﻣﺔ ﻫﻞ ﻫﻮ ﺳﻨﺔ ﺃﻭ ﺑﺪﻋﺔ ﺑﺄﻧﻪ ﺳﻨﺔ ﺛﻢ ﺭﺃﻳﺖ ﺫﻟﻚ ﻣﻨﻘﻮﻻ ﻋﻦ ﺟﻤﺎﻋﺎﺕ ﻣﻦ ﻣﺤﻘﻘﻲ اﻟﻌﻠﻤﺎء.

“Shalawat sebelum Iqamah apakah dianjurkan atau tidak? Guru kami Syaubari saat ditanya tentang bacaan shalawat dan salam kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam sebelum Iqamah apakah sunah atau bidah? Beliau berfatwa Sunah. Saya lihat hal itu dikutip dari beberapa golongan ulama” (Hasyiatul Jamal 1/310)

Fatwa Syekh Syaubari ini memiliki landasan dalil hadis:

ﺇﺫا ﺳﻤﻌﺘﻢ اﻟﻤﺆﺫﻥ، ﻓﻘﻮﻟﻮا ﻣﺜﻞ ﻣﺎ ﻳﻘﻮﻝ ﺛﻢ ﺻﻠﻮا ﻋﻠﻲ

“Jika kalian mendengar orang adzan maka jawablah seperti apa yang dikatakan muadzin, lalu bershalawat kalian kepadaku” (HR Muslim)

Terkait dengan doa yang dibaca setelah azan berdasarkan hadis:

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻻ ﻳﺮﺩ اﻟﺪﻋﺎء ﺑﻴﻦ اﻷﺫاﻥ ﻭاﻹﻗﺎﻣﺔ»

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Doa tidak akan ditolak antara azan dan Iqamah” (HR Abu Dawud)

Bagi kalangan kita doa atau shalawat yang dibaca bersama-sama dengan suara keras adalah boleh. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Amin Al-Kurdi dalam kitabnya Tanwir Al-Qulub, 1/73:

واما الصلاة والسلام على النبي صلى الله عليه وسلم عقب الآذان فقد صرح الأشياخ بسنيتهما ولا يشك مسلم في انهما من أكبر العبادات والجهر بهما وكونهما على منارة لا يخرجهما عن السنية

“Membaca shalawat dan salam kepada Nabi Shalallahu alaihi wa sallam sesudah azan telah dijelaskan kesunnahannya oleh para ulama. Tidak ada ragu bagi seorang Muslim bahwa shalawat dan salam adalah termasuk ibadah terbesar. Mengeraskan bacaan shalawat dan salam serta dibaca di atas menara tidak mengeluarkannya dari hukum sunah”. (*)

Ustaz Ma’ruf Khozin, Direktur Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur.