Uswah

KH Mashum Zainullah (1951-2021): Berdakwah hingga Pulau Terpencil

Minggu, 10 Januari 2021 20:30 wib

...

Innalillah wa innailaihi raji’un. Kabar duka itu datang. KH Ma’shum Zainullah, Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa Bondowoso Jawa Timur wafat dalam usia yang tak terlampau sepuh, 69 tahun. Lahir di Bondowoso, 11 November 1951 dan wafat 9 Januari 2021.

Saya tak kenal dekat. Saya mengetahui Kiai Ma’shum pertama-tama melalui menantunya, Lora H Sahlawi Zain yang kebetulan salah satu santri terbaik kakek saya, KH Syarfuddin Abdusshomad (1928-sekarang).

Setahu saya, Kiai Ma’shum adalah kiai yang berjuang dari bawah. Walau bukan keturunan kiai, beliau cukup percaya diri membangun pesantren dari nol. Mulai dari santri yang hanya satu orang hingga pesantrennya berkembang pesat seperti sekarang.Tak kurang dari 500-an santri yang “menetap” di Pesantren Nurut Taqwa ini.

Kini di pesantrennya sudah terbangun sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari TK, MI, MTs, Madrasah Aliyah hingga SMK. Di ujung usianya, beliau memiliki perhatian lebih pada Lembaga Tahfidhil Qur’an yang didirikannya. Beliau berharap para santrinya banyak yang hafal Qur’an, huffazhul Qur’an.

Tak hanya “mulang” kitab di pesantren, Kiai Ma’shum yang nama kecilnya Nursahwi ini juga aktif berdakwah. Sering membersamai (Allah yarham) KH Sufyan Miftahul Arifin mendakwahkan Islam Ahlussunnah Waljamaah hingga ke pulau-pulau terpencil di Madura. Tentu melelahkan bagi banyak orang tapi menyenangkan bagi para pejuang.

Memang yang dilakukan para kiai di bawah seperti Kiai Ma’shum ini tak banyak terpublikasi. Jauh dari sorotan kamera. Ia juga tak punya team media yang bisa mengabadikan aktivitas dakwahnya di media sosial facebook dan youtube.

Tapi saya kira apa yang dilakukan Kiai Ma’shum ini akan abadi karena ia tulus melalukannya karena Allah. (ما كان لله زاد واتصل وما كان لغير الله زال وانفصل). Allah juga yang akan mencatat jejak-jejak perjuangannya selama di dunia (ونكتب ما قدموا وأثارهم).

Akhirnya, melalui pesantren dan aktivitas dakwahnya juga Kiai Ma’shum akan dikenang sebagai salah seorang kiai yang memiliki kontribusi besar bagi kian kokohnya Islam Ahlussunnah Waljamaah di Nusantara.

Semoga yang diteladankan Kiai Ma’shum ini bisa dilanjutkan putra-putri dan santri-santrinya.

Selamat jalan, Kiai. Selamat berpulang, Pejuang! (*)

Ahad, 10 Januari 2021