Daerah

Sumenep dan Sampang Tetap Zona Hijau, Gubernur Khofifah Minta Bupati Berbagi Resep

Sabtu, 11 April 2020 20:30 wib

...
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan video conference dengan Bupati Sampang Slamet Junaidi dan Bupati Sumenep KH A Busyo Karim (santrinews.com/istimewa)

Surabaya – Di tengah perkembangan wabah virus Corona atau Covid-19, kini di Jawa Timur hanya tersisa dua kabupaten yang masih berstatus zona hijau dengan nol kasus PDP maupun nol kasus positif covid-19. Dua kabupaten tersebut adalah Sumenep dan Sampang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono melakukan video conference dengan Bupati Sampang Slamet Junaidi dan Bupati Sumenep KH A Busyo Karim untuk berbagi resep.

“Pak Bupati Sampang dan Bupati Sumenep silakan menceritakan rahasianya bagaimana menjaga Sampang maupun Sumenep hingga saat ini menjadi dua daerah se Jatim yang masih berstatus zona hijau,” kata Khofifah mengawali video conference, Sabtu, 11 April 2020.

Secara bergantian dua kepala daerah tersebut menceritakan kondisi daerahnya di tengah pandemi covid-19. Bupati Sampang Slamet Junaidi menceritakan selama ini pihaknya aktif melakukan pencegahan penyebaran covid-19.

“Kami aktif turun ke lapangan untuk memantau warga kami. Sore ini kami juga masih di lapangan, mobil kita sedang mogok tengah hutan karena kami dengar ada hajatan pernikahan, kami meminta supaya itu diundur saja setelah covid-19 ini berlalu,” kata Slamet Junaidi mengawali ceritanya.

Meski masih dalam zona hijau, ia mengatakan bahwa di Sampang terdapat 281 orang yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sedangkan yang berstatus sebagai Orang Dalam Risiko (ODR) ada sebanyak 10.000 orang. Para ODP maupun ODR ini sekarang dalam pengawasan ketat oleh Pemkab Sampang.

“Insyallah besok Senin kita panggil seluruhnya, kepala puskesmas, postu dan polindes, kami akan melakukan pendataan. Sekarang ini sudah ada sebanyak sepuluh ribu lebih warga kami yang sampai di desa-desa kita lakukan isolasi,” kata Slamet Junaidi.

Dari mengumpulkan para kepala puskesmas tersebut pemkab ingin agar mereka mendapatkan data riil ODR di Sampang. Mereka nanti akan diminta untuk melakukan isolasi diri. Pemkab Sampang juga akan hadir di sana untuk mencegah agar ODR tidak keluar rumah.

ODR di Sampang ini adalah warga pekerja migran yang mudik dari Malaysia, Spanyol dan Amerika. Oleh Pemkab mereka diberikan prioritas untuk dilakukan monitoring.

“Adapun ODP kita di Sampang, kita selalu melakukan monitoring. Siang malam kita gerak bersama karena Gugus Tugas kita sampai desa,” tegas Slamet Junaidi.

Gugus Tugas yang sudah menjangkau sampai tingkat pedesaan tersebut diminta untuk menyediakan masker. Warga diminta untuk mengenakan masker dan dengan memberdayakan UKM, warga membuat masker mandiri dari kain dan dilapisi tisu dan akan dibeli pemerintah dengan anggaran dana desa. Sehingga dari masker ini juga bisa jalan perekonomian di tengah wabah corona.

“Saya juga ingin masyarakat Sampang tidak sampai belanja di luar Sampang, jadi belanja kebutuhan ya cukup di Sampang saja,” tegasnya.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sampang saat ini memang masih nol angkanya. Sejatinya ada warganya yang masuk PDP setelah mengikuti pelatihan calon petugas haji di Surabaya. Tetapi setelah mengikuti pelatihan tersebut warga tersebut pergi ke Malang dan kemudian pulang ke Pamekasan.

Hal senada disampaikan Bupati Sumenep KH A Busyro Karim. Menurut Kiai Busyro, Sumenep mampu mempertahankan sebagai zona hijau karena melaksanakan aturan dengan ketat. Jaminan keselamatan pada siapapun yang datang ke Sumenep juga dilaksanakan.

“Semua yang datang discreening dilihat kesehatannya. Diantaranya yang mudik. Selanjutnya ada kesadaran masyarakat karena juga dari tokoh masyarakat juga ikut melakukan imbauan. Seperti kalau ada pesta pernikahan itu sebaiknya ditunda dulu,” kata Kiai Busyo.

Tidak hanya itu di kawasan pedesaan Sumenep juga diterapkan desa siaga covid-19. Masker dan semacamnya juga diproduksi sendiri oleh warga sebagai sarana pencegahan penyebaran virus Corona.

“Bilik-bilik sterilisasi juga didirikan di berbagai wilayah di Sumenep. Bahkan di Kepualauan Kangean juga sudah disiapkan,” katanya.

Sejauh ini di Sumenep tercatat ada sebanyak 123 orang ODP. Kiai Busyro menjelaskan, di Sumenep ada sebanyak 82 orang yang diisolasi secara mandiri atau karantina mandiri.

“Sudah ada 82 orang yang diisolasi. Biasanya ada yang menolak saat awal akan dikarantina. Tapi setelah dibujuk dan diberi pengertian akhirnya mau. Intinya peran tokoh desa,” tegasnya.

Mendengar penjelasan dari dua kepala daerah tersebut, Khofifah kembali memberikan semangat dan motiviasi agar terus berjuang tak kenal lelah mencegah penyebaran Covid-19, seraya terus mensosialisasikan ke masyarakat untuk tidak keluar rumah.

“Mengapa kita hari ini ingin mengkonfirmasi bupati Sampang dan Sumenep, karena dua daerah itu yang Alhamdulillah sampai hari ini yang terkonfirmasi tidak ada PDP maupun kasus positif,” pungkas Khofifah. (red)