Daerah

Kader IPNU-IPPNU Diminta Konsisten Perjuangkan Aswaja

Senin, 05 Agustus 2019 22:00 wib

...

Sumenep – Konsekuensi sebagai bagian dari jamiyah, maka seluruh lembaga dan badan otonom di Nahdlatul Ulama harus taat masa khidmah. Bila telah tiba saatnya pergantian kepengurusan, maka harus diselengarakan suksesi demi memastikan kaderisasi tidak stagnan.

Itu pula yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Batuputih, Sumenep, Jawa Timur.

Surat Pengesahan (SP) kepengurusan IPNU-IPPNU Batuputih berakhir Agutus ini. Maka diselenggarakanlah Konferensi Anak Cabang (Konferancab) IPNU-IPPNU, Ahad, 4 Agustus 2019.

Dalam sambutanya, Ketua PAC IPNU Batuputih, Firdaus mengatakan bahwa terlaksananya Konferancab merupakan amanah organisasi. “Kita sengaja, melaksanakan kegiatan ini tepat waktu sesuai Surat Pengesahan atau SP yang ada,” katanya.

Selain amanah organisasi, terdapat beberapa agenda yang turut mengiringi tradisi suksesi tersebut. Salah satunya adalah penentuan arah kebijakan kepengurusan dua tahun yang akan datang.

Demikian pula terkait penentuan siapa kader terbaik yang memiliki kemampuan dan ketelatenan dalam menjalankan roda organisasi sesuai amanah yang disampaikan pada sidang-sidang kala konferensi.

“Selain itu, pemilihan ketua menjadi agenda dalam musyawarah,” ungkapnya.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Batuputih, Helmi Hartono menjelaskan bahwa ketika berbicara NU maka langkah pertama yang menjadi persoalan adalah regenerasi.

“Maka adanya IPNU dan IPPNU sebagai madrasah pertama tentu menjadi bagian dari memperkenalkan NU,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, dirinya sebagai alumni IPNU menegaskan agar para kader konsisten dengan nilai perjuangan yang telah ditanamkan. “Bahwa kalian harus tetap konsisten menjaga Ahlusunnah wal Jama’ah,” tegasnya.

Konferancab IPNU-IPPNU Batuputih dibuka secara langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Sumenep, Musyfikurrahman.

Dalam sambutanya, ia mengingatkan bahwa peserta Konferancab jangan terpaku kepada pemilihan ketua. Bahwa banyak persoalan strategis yang layak untuk mendapatkan perhatian bagi peserta selama kegiatan berlangsung.

“Yang juga layak dipikirkan adalah bagaimana rekan dan rekanita siapa pun yang terpilih harus mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.

Konferancab ini merupakan periode keempat dari keberadaan IPNU-IPPNU di Batuputih. Saat pembukaan tampak hadir utusan dari MWCNU Batuputih, badan otonom NU dan majlis alumni. Bahkan Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri Zein turut berkenan hadir. (rus/nuo)