Daerah

Tugas NU Berdakwah, Bukan Mengkafirkan

Minggu, 08 September 2019 12:30 wib

...
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Inam, KH Mas'od Qosim (dua dari kanan) bersama Sekretaris GP Ansor Sumenep Abdul Wasid (tengah) menghadiri pelantikan PK IPNU Al-In'am (santrinews.com/mahrus)

Sumenep – Pengasuh Pondok Pesantren Al-In’am, Pajagungan, Gapura, KH Mas’od Qosim, menyatakan, sejak dulu Nahdlatul Ulama (NU) mengembangkan sikap toleransi, baik beragama maupun kemasyarakatan. Itulah sebabnya, NU selalu mendapat tentangan paling keras dari kaum radikal atau kelompok Wahabi.

“Makanya bagi warga NU wajib menjaga sikap toleransi,” kata Kiai Mas’od saat memberikan taushiyah di acara Pelantikan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU Al-In’am, di Aula Perpustakaan Al-In’am, Gapura, Ahad 8 September 2019.

Sikap toleransi itu spirit beragama yang disebutkan Al-Qur’an. “Allah tidak pernah memaksakan,” kata Kiai Mas’od menyitir pesan Al-Qur’an.

Baca juga: Tasyakuran Sukses Muktamar, Gus Ipul Paparkan Tiga Tugas Utama NU

Menurut Kiai Mas’od, Allah hanya memberikan pilihan kepada umat. Misalnya, bahwa api itu panas. “Allah hanya memberi tahu, tidak memaksa (untuk menjauhi api),” ujarnya.

Kiai Mas’od berpesan kepada kader IPNU untuk tidak mudah terpengaruh paham orang lain yang bertentangan dengan gerakan NU. “Kalian harus tegas. Jika ada kaum radikal memberikan doktrin radikal maka harus berani menolak,” tegasnya.

Acara pelantikan itu dirangkai dengan peringatan tahun baru hijriah dengan diisi orasi kepemudaan oleh Abdul Wasid, Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Sumenep. Wasid berpesan agar para pemuda teliti dalam memilih organisasi terutama terkait sanad keilmuan para pendirinnya.

IPNU itu jelas, para pendirinya merupakan tokoh NU,” tegasnya.

Baca juga: IPNU-IPNU Istiqomah Siapkan Kader NU Militan

Kepada para pelajar NU yang hadir, Wasid menyarankan untuk selalu meningkatkan kapasitas pengetahuan dan itu tentu harus melalui belajar secara istiqomah. “Jadikan rutinitas setiap harinya adalah belajar. Saya tekankan jadi kader IPNU itu harus pintar,” pesannya.

Hal itu penting mengingat tugas kader NU adalah mengajak atau berdakwah, bukan sebaliknya mengkafirkan. “(Tugasnya) bukan mengklaim masuk surga atau neraka. Sejak kapan kalian dapat SK panitia masuk surga atau neraka,” ujarnya. (mahrus/onk)