Dunia

Cegah Corona, Syeikh Shaban Mubajje Minta Umat Islam Tak Shalat di Masjid

Jum'at, 20 Maret 2020 17:30 wib

...
Mufti Uganda Syeikh Shaban Ramadhan Mubajje (santrinews.com/istimewa)

Kampala – Mufti Uganda Syeikh Shaban Ramadhan Mubajje mengajak umat Islam untuk shalat di rumah selama 32 hari terhitung sejak Jumat, 20 Maret 2020. Ajakan ini guna salah satu ikhtiar mencegah penyebaran pandemi virus Corona yang telah melanda dan mengancam seluruh dunia.

Menurut Syeikh Shaban, pandemi virus Corona dipicu kerusakan moral dan itu hanya dapat disembuhkan dengan shalat.

Ia menegaskan, untuk sementara shalat Jumat dan shalat berjamaah harus dilakukan di luar Masjid dan dalam kelompok yang tidak lebih dari 10 orang.

“Allah menganjurkan kita untuk menghindari bahaya dan kita harus mematuhinya. Itu tidak hanya di sini di Uganda tetapi juga di Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya,” ujarnya seperti dilansir New Vision, Jumat, 20 Maret 2020.

Meski shalat berjamaah diperintahkan dalam Islam, penangguhan shalat berjamaah dalam situasi darurat tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

“Meskipun kita suka pelukan dan berjabat tangan, mari kita tunda dulu untuk saat ini,” katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, seruan adzan untuk shalat harus terus dikumandangkan untuk mengingatkan umat Muslim. “Namun, para imam harus memastikan bahwa orang-orang tidak berkumpul untuk shalat di masjid-masjid,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan para pemimpin Muslim untuk memulai doa Qunut, sebuah permohonan doa khusus yang dibacakan oleh umat Islam selama situasi sulit.

Ia memerintahkan semua pemimpin Muslim di negaranya untuk mengikuti perintah Presiden Uganda.

“Saya mendesak semua Muslim di seluruh negeri untuk mematuhi pedoman yang dikeluarkan oleh Presiden Yoweri Museveni selama pidatonya kepada bangsa pada hari Rabu karena mereka dibuat untuk kebaikan kesehatan kita,” kata dia kepada media di markas Dewan Tertinggi Muslim Uganda (UMSC), Kamis, 19 Maret 2020. (red)