Nasional

Kunjungan Raja Salman, HIPMI: Arab Saudi Pintu Masuk Akses Investor Timur Tengah

Senin, 27 Februari 2017 11:46 wib

...
Presiden RI Joko Widodo disambut Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud saat berkunjung ke Arab Saudi, September 2015 (santrinews.com/alarabiya)

Jakarta – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berharap kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, dan rombongannya ke Indonesia dioptimalkan untuk pembangunan infrastruktur.

“Coba ke Malaysia, Singapura dan Thailand, ada cabang-cabang bank terbesar asal Timur Tengah di mana-mana,” kata Ketua Umum HIPMI, Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Senin, 27 Februari 2017.

Hal itu dikarenakan keberhasilan negara-negara tetangga dalam mengembangkan sistem keuangan syariah.

Bahkan, ia mengingatkan, Singapura saat ini dinilai mampu menerbitkan sukuk berskala internasional, sedangkan proyek yang akan dibiayai ternyata ada di Indonesia.

HIPMI juga menginginkan berbagai pihak dapat membentuk iklim yang mendorong kepercayaan investor dari Timur Tengah, sehingga banyak perbankan Timur Tengah yang membuka cabang di Indonesia.

“Arab Saudi dapat menjadi pintu masuk untuk mengakses dana tak terbatas di Timur Tengah,” ujarnya.

HIPMI menilai sudah saatnya Indonesia berupaya secara lebih agar dana-dana Timur Tengah langsung mengendap di Indonesia dan bisa dipakai untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur, pertanian, dan pariwisata.

“Kuncinya dalam membangun hubungan dengan negara-negara kaya di Arab adalah membangun rasa nyaman. Terlebih Indonesia-Arab Saudi terdapat kesamaan hubungan emosional keagamaan. Hubungan historis yang sangat baik dengan pemerintah dan rakyatnya,” katanya.

Pemerintah, kata dia, perlu banyak dana untuk membangun infrastruktur. Selain APBN, pemerintah telah mengeksplorasi pembiayaan non APBN atau PINA.

Skema inilah, PINA dari Timur Tengah melalui Arab Saudi yang bisa dioptimalkan karena potensi dana dari kawasan itu dinilai sangat besar.

Dia mengatakan, selama ini dana-dana investasi dari Timur Tengah masih sangat mahal antara lain karena dana itu terlebih dahulu “tersangkut” di Malaysia dan Singapura. “Sebab dua negara ini lebih gesit dari kita. Dia bilang investasi dia, padahal dananya dari Timur Tengah,” katanya.

Untuk itu, ujar dia, Indonesia juga tidak boleh kalah gesit dengan negara dan perlu benar-benar mengoptimalkan kedatangan Raja Saudi Arabia.

Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, ke Indonesia dinilai akan meningkatkan tujuan investasi Timur Tengah khususnya negara-negara Teluk. Ini kunjungan perdana raja Arab Saudi ke Indonesia setelah 1970. (shir/ant)