Politik

Pemuda Pancasila Sumenep Bergerak Menangkan Jokowi-KH Maruf Amin

Jum'at, 14 Desember 2018 21:30 wib

...
Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Sumenep, H Nik Ahmad Humaidi (santrinews.com/mahrus)

Sumenep – Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Sumenep menyatakan siap menjadi garda terdepan dalam pemenangan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

“Pak Jokowi dan KH Ma’ruf merupakan sebuah pilihan terbaik, perpaduan antara umaro dan ulama,” kata Ketua MPC Pemuda Pancasila Sumenep, H Nik Ahmad Humaidi, kepada SantriNews, Jumat petang, 14 Desember 2018.

Baca: Aktivis Muda NU Sayangkan Sikap Politik Kiai Madura

Humaidi mengaku telah mengerahkan semua kader Pemuda Pancasila untuk berkonsolidasi intensif dengan semua elemen masyarakat. “Kami turun menyapa tokoh-tokoh masyarakat, menjelaskan visi-misi serta prestasi Pak Jokowi selama memimpin,” kata alumnus Pondok Pesantren Salafiyah-Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo ini.

Humaidi menilai, langkah politik Jokowi selama menjadi presiden cukup memberi bukti nyata kepada masyarakat. Jokowi, lanjut Humaidi, terbukti memiliki kepedulian terhadap kalangan pesantren. Ia menyebut misalnya, penetapan Hari Santri dan pengangkatan KH As’ad Syamsul Arifin sebagai pahlawan nasional.

Dengan karakter masyarakat Sumenep, dan Madura secara umum yang memiliki ketaatan dan kecintaan yang tinggi kepada ulama, Humaidi meyakini masyarakat akan memilih pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 mendatang.

Baca juga: Cak Imin: Jokowi, Sosok yang Ikhlas dan Sabar

Bukan hanya di Sumenep. Humaidi juga membangun komunikasi dengan sejumlah simpul tokoh di tiga kabupaten lain di Madura. Dengan demikian, Humaidi optimistis pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin akan menang telak.

Pada Pilpres 2014 lalu, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla kalah telak dari rivalnya, pasangan Prabowo-Hatta, di empat kabupaten di Madura. Rinciannya, di Sumenep, Prabowo-Hatta meraih 332.956 suara (57,57%) dan Jokowi-JK meraih 245.410 suara (42,43%). Untuk Sampang, Prabowo-Hatta meraih 474.752 suara (74,47%), sementara Jokowi-JK dapat 162.785 suara (25,53%).

Sedangkan di Pamekasan, Prabowo-Hatta dapat 378.652 suara (73,69%) dan Jokowi-JK meraih 135.178 suara (26,31%). Untuk Bangkalan, Prabowo-Hatta meraup 644.608 suara (81,20%), dan Jokowi-JK dapat 149.258 suara (18,80%).

Bila ditotal, perolehan suara Prabowo-Hatta se-Madura sebanyak 1.830.968 suara, sementara Jokowi-JK sebanyak 692.631 suara. Berarti Jokowi-JK kalah telak dari Prabowo-Hatta sebesar 1.133.337 suara.

Baca juga: Sandiaga Uno Komitmen Wujudkan Ekonomi Berkeadilan bagi Umat Islam Madura

“Pada Pilpres 2019 nanti, kami memastikan prolehan suara Jokowi-KH Ma’ruf di Madura akan berbeda dengan Pilpres 2014 lalu. Menang telak. Sebab Pak Jokowi selama memimpin telah memberi bukti nyata, apalagi dipadukan dengan sosok Kiai Ma’ruf Amin,” tegasnya.

Humaidi menambahkan, Pemuda Pancasila Sumenep juga merasa bertanggungjawab untuk memenangkan Ketua Umum Pemuda Pancasila Jawa Timur La Nyalla M Mattalitti sebagai Calon DPD RI nomor urut 22. “Sebagai pimpinan, kami wajib mengawal Pak La Nyalla,” pungkasnya. (rus/onk)