Pilpres 2019

Pengusaha dan Ormas di Madura Kompak Dukung Jokowi-KH Maruf Amin

Presiden Jokowi bersama istri dan cucu (santrinews.com/ist)

Bangkalan – Para pendukung pasangan Joko Widodo dan KH Maruf Amin di Pulau Madura terus bergerak memenangkan duet nomor urut 01 tersebut di Pilpres 2019. Salah satunya datang dari jaringan pengusaha.

“Masyarakat Madura sudah merasakan dampak positif dari kebijakan Presiden Jokowi, baik dari sisi ekonomi, pengembangan pesantren, maupun kesejahteraan sosial seperti pendidikan dan kesehatan,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bangkalan, H Saleh Farhat, Sabtu, 15 Desember 2018.

Pada bidang ekonomi, sambung Farhat, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat fasilitasi. Misalnya, kelompok perempuan alias emak-emak Madura mendapat akses kredit usaha rakyat (KUR) yang murah dan pembiayaan dari Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Penggratisan tol Jembatan Suramadu juga pasti membawa manfaat ekonomi bagi warga Madura. Pelaku usaha Madura bisa mendistribusikan barang ke Surabaya sebagai pasar terbesar dengan lebih efisien,” ujar Saleh.

Saleh juga menilai kebijakan pemangkasan izin usaha di era Jokowi dari yang sebelumnya berbelit-berbelit telah mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha. “Saya kira ke depan prospek Madura sangat cerah. Investor lebih mudah masuk untuk menggerakkan ekonomi di sini,” ujarnya.

Saleh mengaku sudah berdiskusi dengan Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti. Kepada Saleh, La Nyalla memberi banyak poin penting tentang alasan harus mendukung Jokowi.

“Saya kira kita semua rasional, kalau Indonesia sudah lebih baik dan kinerja ini harus dilanjutkan. Kami akan bergerak terus, dengan jaringan pengusaha Madura untuk menangkan Pak Jokowi dan Kiai Maruf,” sambungnya.

Baca: Pemuda Pancasila Sumenep Bergerak Menangkan Jokowi-KH Maruf Amin

Dari sisi pengembangan pesantren, lanjut dia, pemerintah telah menaruh perhatian besar. Selain pengembangan pesantren pemerintah banyak menggelontorkan beasiswa untuk para santri hingga ke luar negeri, seperti kampus prestisius Universitas Al-Azhar, Mesir.

“Anak-anak muda Madura telah menikmati beasiswa itu, sehingga ke depan mereka jadi generasi yang berdaya saing untuk membawa Madura lebih maju lagi,” jelasnya.

Di era Jokowi pula, ditetapkan Hari Santri Nasional, yaitu setiap 22 Oktober. “Sebagai warga Madura yang mayoritas santri, kita layak bangga karena posisi santri begitu dimuliakan, begitu dihargai,” ujarnya.

Selain Kadin Bangkalan, dukungan juga datang dari jaringan Pemuda Pancasila di kawasan Madura. “Kami tergerak mendukung Pak Jokowi dan KH Maruf Amin. Kinerja Pak Jokowi sudah terbukti. Sedangkan Kiai Maruf memastikan negara ini akan terus tumbuh tanpa konflik ideologi,” ujar Ketua MPC Pemuda Pancasila Pamekasan, Suhartono.

Suhartono juga mengapresiasi sejumlah program Jokowi untuk kesejahteraan sosial-ekonomi warga Madura, mulai Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, hingga percepatan sertifikat tanah gratis.

“Warga Madura juga merasakan makin mudahnya mobilitas seperti dengan dibukanya Bandara Sumenep serta makin nyaman dengan penetrasi elektrifikasi di pelosok Madura yang mulai banyak teraliri listrik. Tahun depan semua wilayah sudah teraliri listrik, jadi ini sangat positif bagi Madura,” ujar Suhartono.

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sampang Muhammad Wasik menjelaskan, pihaknya akan gerakkan jaringan serta bersinergi dengan berbagai elemen lain untuk memenangkan Jokowi-Kiai Maruf di Madura.

“Madura menjadi salah satu penentu kemenangan. Berdasar hasil komunikasi dengan para tokoh, mayoritas masyarakat di Madura sudah mantap kepada Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” pungkasnya. (shir/onk)

Terkait

Politik Lainnya

SantriNews Network