Daerah

Dukung Program Beasiswa Santri, Baznas Pamekasan Salurkan Rp464 Juta

Minggu, 29 November 2020 20:00 wib

...

Pamekasan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pamekasan menyalurkan bantuan dana senilai Rp464 juta untuk beasiswa santri, santri hafal Al Quran serta beasiswa untuk program satu keluarga satu sarjana (SKSS) dan Non-SKSS.

“Jumlah santri yang menerima bantuan beasiswa tahun ini sebanyak 62 orang, beasiswa bagi santri yang hafal Al Quran sebanyak 37 orang, bantuan beasiswa untuk program SKSS tujuh orang dan yang Non-SKSS sebanyak 20 orang,” kata Ketua Baznas Pamekasan Fadli Ghazali di Pamekasan, Ahad, 29 November 2020.

Bantuan itu untuk mendukung program beasiswa santri Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e.

Baznas Pamekasan juga menyalurkan hasil pengumpulan zakat, infaq dan sedekah melalui lembaga itu untuk membantu warga miskin dan kurang mampu, modal usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), santunan anak yatim, bantuan ternak kambing produktif, dan bedah rumah tidak layak huni (RTLH).

Total jumlah mustahiq atau warga yang berhak menerima bantuan Baznas Pamekasan sebanyak 800 orang. Dari jumlah itu, 126 di antaranya merupakan penerima pada program bantuan beasiswa yang terdiri dari santri, santri hafal Al Quran, penerima bantuan program SKSS dan Non-SKSS.

Dana Baznas sebesar Rp464 juta lebih itu disalurkan kepada 800 orang penerima di 13 kecamatan, termasuk bantuan dari Baznas Jawa Timur yang disalurkan melalui Baznas Pamekasan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Pamekasan Halifaturrahman mengapresiasi kepedulian Baznas Jatim mendukung program beasiswa santri dan santri hafal Al Quran yang dicanangkan Pemkab Pamekasan.

“Insya Allah bantuan dari Baznas Jatim ini sangat mendukung, khususnya warga miskin dan kaum dhuafa di Kabupaten Pamekasan ini,” kata Halifaturrahman saat menghadiri acara penyerahan bantuan dari Baznas Jatim ke Baznas Pamekasan di Pendopo Budaya Wakil Bupati Pamekasan, Sabtu, 28 Nopember 2020.

Bantuan dari Baznas Jatim ini sebagai bentuk dukungan program Pemkab di bawah kepemimpinan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e mengalokasikan anggaran untuk beasiswa kepada para santri dan pelajar yang hafal Al Quran.

“Dana ini merupakan amanah dari donatur Baznas di Jawa Timur. Kami sampaikan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pamekasan,” kata ketua Baznas Provinsi Jawa Timur KH Abd Salam Nawawi usai penyerahan bantuan.

Menurut Kiai Salam, potensi dana dari zakat, infaq dan sedekah (ZIS) di Pamekasan sangat besar, dan jika dikelola secara maksimal bisa mencapai miliaran rupiah. Maka, komunikasi dengan berbagai pihak dan semua elemen masyarakat perlu ditingkatkan, sehingga program baik itu juga bisa terealisasi dengan baik.

Kabupaten Pamekasan merupakan satu-satunya kabupaten di Pulau Madura yang menetapkan kebijakan memberikan bantuan beasiswa kepada santri dan santri yang hafal Al Quran.

Tahun 2020 ini, merupakan kali pertama program yang digagas Bupati Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja’e ini diberlakukan.

Sebanyak 2.000 santri dan santri hafal Al Quran mendapatkan beasiswa yang bersumber dari APBD Pemkab Pamekasan dan program ini mampu menginspirasi sejumlah kabupaten lain di Indonesia dengan meniru program beasiswa santri dan santri hafal yang dicanangkan Pemkab Pamekasan.

“Saat kami mengikuti pelatihan di Lemhanas RI beberapa hari lalu, program Pemkab Pamekasan ini selalu disampaikan oleh narasumber yang mengisi pelatihan dan disebutkan bahwa program yang kami jalankan adalah sesuai dengan kearifan lokal dan mendukung program nasional yakni ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Wakil Bupati Pamekasan Raja’e.

Awalnya, anggaran program beasiswa santri dan santri yang hafal Alquran ini hanya untuk 1.500 orang saja. Namun karena adanya dukungan dari sejumlah elemen, termasuk Baznas Pamekasan dan Baznas Provinsi Jawa Timur, maka realisasinya bertambah dari 1.500 menjadi 2.000 orang.

“Maka dari itu, saya dan pak bupati, terus melakukan berbagai pendekatan. Sebab, kalau mengandalkan APBD, terus terang tidak mungkin. Maka, pola kemitraan dan kerja sama baik dengan berbagai elemen kami lakukan, seperti dengan Baznas Jatim ini,” kata Raja’e. (ari/red)