Daerah

Hari Santri, 10 Ribu Santri Banyuwangi Kirab Menuju Blambangan

Rabu, 23 Oktober 2019 00:30 wib

...
Para santri mengikuti Kirab Hari Santri Nasional 2019 (santrinews.com/istimewa)

Banyuwangi – Sebanyak 10 ribu santri memadati sepanjang rute Pemkab Banyuwangi hingga Taman Blambangan, Selasa siang, 22 Oktober 2019. Mereka mengikuti kirab dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2019.

Santri yang berasal dari pesantren yang tersebar di 25 kecamatan itu mengenakan pakaian khas. Bersarung dan berkopiah bagi santri putra. Berbusana muslimah bagi santri putri.

Sembari membawa atribut pesantren, mereka bershalawat dan menyenenandungkan yel-yel masing-masing pesantren. Kirab diberangkatkan secara resmi oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Anas berpesan tentang tantangan santri ke depan. Diantaranya adalah tingkat ketersediaan lapangan kerja. Karena itu, lulusan pesantren harus dibekali dengan beragam keterampilan agar kelak siap bersaing di dunia kerja.

“Saat ini, tingkat persaingan semakin tinggi seiring makin tingginya tingkat demografi dan makin efisiennya teknologi,” kata Anas.

BACA juga: Bupati Banyuwangi Dorong Digitalisasi Kitab Pesantren

Untuk itu, kata Anas, pesantren ke depan harus mempersiapkan jiwa entrepreneurship bagi para urusannya. “Pemkab Banyuwangi akan siap bersinergi mewujudkan entrepreneur santri,” ujarnya.

Rangkaian HSN 2019 ini bagian dari Banyuwangi Festival (B-Fest) dengan tajuk Santri Preneur.

Untuk mewujudkan santri yang berjiwa entrepreneur tersebut, rangkaian kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga digelar sejumlah pelatihan kepada para santri. Seperti internet marketing, roasting kopi, dan beragam keterampilan lainnya di beberapa pesantren.

“Sebenarnya, santri memiliki keunggulan dalam dunia kerja. Dengan bakal ilmu agamanya, bisa memupuk integritas. Tinggal menambah dengan skill lainnya, maka akan mantab,” tegas Anas.

Tiba di Taman Blambangan ribuan santri tersebut langsung melangsungkan apel HSN 2019. Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Yusuf mengatakan bahwa santri adalah elemen penting dalam pembangunan Banyuwangi.

“Kami mengajak para santri semua untuk bersama-sama untuk membangun daerah kita tercinta ini sebagai bagian dari manifestasi hubbul wathan minal iman,” pesannya.

Selain Forpimda dan para santri, kegiatan hasil kerjasama antara Pemda Banyuwangi, PCNU Banyuwangi dan RMI Banyuwangi itu juga dihadir sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Para pengasuh pesantren pun tak ketinggalan. Tampak Rais Syuriah PCNU Banyuwangi KH Zainullah Marwan, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwari KH Achmad Siddiq, dan sejumlah kiai lainnya. (shir/onk)