Nasional

Pesan Ibu Iriana Jokowi kepada Arumi: Jaga Suaminya, Harus Pepet Terus

Kamis, 14 Februari 2019 04:30 wib

...
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendampingi sang istri di Istana Negara Jakarta, Rabu sore, 13 Februari 2019 (santrinews.com/ist)

Jakarta – Arumi Bachsin, istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, mengaku diberi pesan khusus oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo untuk menjaga baik-baik suaminya.

“Pesan (Ibu Negara) dijaga bapak Emilnya, katanya gitu karena begini loh,” kata Arumi di kompleks istana kepresidenan Jakarta, Rabu sore, 13 Februari 2019.

“Mungkin kalau misalnya, Ibu Negara kan perempuan juga. Mas Emil kan muda, ganteng, dengan prestasi luar biasa, jadi harus dipepet terus,” sambungnya.

Baca: Fatayat NU Terpukau Pesona Arumi Bachsin

Usai Presiden Joko Widodo melantik Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024, Arumi dilantik sebagai Ketua Dewan Kerajinan Daerah Jawa Timur (Dekranasda Jatim) oleh Ketua Dekranas Ibu Mufidah Jusuf Kalla.

Arumi Bachsin juga sempat bercanda kalau dirinya tidak perlu dijaga. “Ha ha ha, saya mau ke mana lho mas. Saya sudah emak-emak begini juga tapi kalau yang ini harus dijagain,” kata Arumi sambil menunjuk suaminya yang berdiri di sampingnya.

Sedangkan Emil yang juga mantan Bupati Trenggalek, mengaku bahwa peran istrinya dalam pemerintahan saat ini pun semakin besar.

“Sebenarnya sebelum ini juga sudah bertugas sebagai bupati. Jadi sebagai bupati, peran istri juga sangat besar. Mbak Arumi juga tadinya Ketua PKK terus Ketua Dekranasda, sekarang tapi di Jatim karena bu Khofifah seorang perempuan, Mbak Arumi yang memegang peran itu,” kata Emil.

Baca juga: Artis Ini Ungkap Sosok Khofifah

“Jadi, rasanya akan mirip gitu. Bedanya lingkup akan sangat besar dan kita ingin lebih banyak lagi inovasi karena sumber daya dan peluang yang bisa kita dorong lebih besar lagi untuk Jawa Timur,” lanjutnya.

Arumi juga bertekad untuk untuk mengangkat kearifan lokal dalam Dekranasda.

“Kalau dekranasda, seperti yang kita ketahui dekranasda mengangkat kearifan lokal. Di Jawa Timur ada banyak sekali dari mulai bambunya, batiknya terutama, kemudian begitu pula kerajinan-kerajinan lain. Jadi utama bagi saya selain menciptakan produk, tentu harus sinergi dengan program-program yang ada di pemprov dari Bu Khofifah dan Mas Emil, pasti mereka punya banyak program bagaimana menciptakan program,” ungkap Arumi.

Arumi berharap agar Pemprov Jatim dapat membantu melatih dan membina para perajin dari yang tadinya tidak bisa menjadi bisa, dan dari yang bisa menjadi jago. Sehingga perajin itu, ia mengaku sering mendengar baik petani dan nelayan masih ada mengatakan ‘biarkan saja saya jadi nelayan, petani asalkan anak saya ke depan tidak perlu jadi petani’.

“Nah, saya tidak ingin perajin mengatakan seperti itu, karena dunia ini sudah tidak ada batas dengan teknologi luar biasa canggih, seharusnya perajin bisa mendapatkan manfaat dari situ dan tanpa perajin kearifan lokal di Indonesia bisa punah. Jadi itu yang harus semangat itu dipegang,” jelas Arumi. (us/ant)