Politik

Jalankan Amanah Gus Dur, Khofifah Komitmen Berdayakan Pesantren

Minggu, 04 Maret 2018 21:56 wib

...
Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersilaturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren An Nur III, Bululawang, Malang, KH Akmad Qusyari Anwar. (santrinews.com/ist)

Malang – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkomitmen memberdayakan para santri dan pesantren sekaligus mewujudkan pendidikan merata untuk semua kalangan.

Komitmen itu disampaikan Khofifah di Pondok Pesantren An Nur III, Bululawang Malang, Jawa Timur, Ahad, 4 Maret 2018. Khofifah datang memenuhi undangan acara Reuni AKbar Alumni Pesantren yang diasuh KH Akmad Qusyari Anwar itu.

“Saya ingin melaksanakan idenya Gus Dur menyisir anak kurang mampu dari petani, menyisir anak nelayan yang kurang mampu, menyisir anak yatim-piatu yang kurang mampu. Menyisir anak buruh panggul di pasar-pasar supaya mereka dapat pendidikan yang baik,” ujarnya.

Baca: Khofifah Ingatkan Kiai Soal Masuknya Narkoba di Pesantren

Inspirasi untuk memberikan pendidikan khusus untuk masyarakat ekonomi prasejahtera didapatkan Khofifah ketika ditugas Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid untuk mengunjungi Malaysia.

Khofifah menemukan sekolah berasrama atau boarding school yang disediakan khusus untuk masyarakat prasejahtera.

“Anak orang miskin itulah yang jadi prioritas diberi beasiswa secara utuh di sekolah. Setelah SMA mereka boleh mendaftar ke perguruan tinggi seluruh dunia. Buka melalui APBN tapi mengundang seluruh perusahaan yang ada di Malaysia untuk mengumpulkan CSR-nya seperti Supersemar yang dulu,” tuturnya.

Baca Pula: Khofifah: Jokowi Beri Program Khusus bagi Pesantren

Berangakat dari itu, Khofifah ingin semua masyarakat bisa sekolah terutama untuk kalangan pendapatan ekonomi rendah. Untuk pembiayaan, anggaran tersebut Khofifah canangkan melalui pemerintah provinsi dengan kerja sama pesantren-pesantren wilayah Jawa Timur.

“Kalau ada pesantren masih punya lahan, makan akan izin menambah gedung akan diisi anak-anak petani, anak nelayan, anak buruh panggul yang kurnag dibiayai oleh APBD Provinsi. Kenapa harus dibawa ke pesantren karena kalau di rumah kurang kondusif,” jelas Ketua Umum Muslimat NU tersebut.

Baca Juga: Gus Ipul Ungkap Alasan Santri Menimba Ilmu di Pesantren

Cita-cita pendidikan berkualitas untuk siswa kurang mampu tersebut termaktub dalam Nawa Bhakti Satya, Jatim Cerdas. Bhakti ke-3 mencantumkan pendidikan gratis berkualitas. Tis-Tas (gratis dan berkualitas) dengan menyediakan bantuan siswa miskin untuk biaya sekolah. Bantuan dana insentif operasional akreditasi. Tunjangan plus untuk guru tidak tetap.

Selain itu, demi mewudjukan pendidikan yang merata, Khofifah berkomitmen meningkatkan bantuan untuk Madrasah Diniyah. Khofifah juga ingin kualitas Sumber Daya Manusia di pesantren bisa berdaya dengan pendidikan yang berkualitas dengan kualitas.

“Di pesantren ini sangat kental untuk madrasah diniyah. Maka saya katakan Bosda Madin (Bantuan Operasional Sekolah Daerah Madrasah Diniyah) akan ditingkatkan kemudian beasiswa guru Madin S2. Kita sekarang perencanaan untuk ditingkatkan dan meweujudkan mimpi,” tukasnya.

Baca Pula: Gus Hasib: Khofifah Lebih Bermanfaat untuk Jatim Dibanding Gus Ipul

Cita-cita tersebut, Khofifah cantumkan dalam Navigasi program Nawa Bhakti Satya ke-5 yakni Jatim Berkah. Poin tersebut menyebutkan Khofifah-Emil berkomitmen membangun karakter masyarakat yang berbasis nilai-nilai kesalehan sosial, budi pekerti luhur dan berintegritas.

Dalam Bhakti Jatim Berkah termaktub, Pemerinth provinsi akan menyediakan bantuan khusus untuk masyarakat desa di wilayah Jawa Timur dengan memberikan Penguatan peran Pondok Pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan beasiswa S2 khusus guru diniyah.

“Jadi kalau Allah anugerahi pada Pilgub kali ini. Masyarakat Jawa Timur memberi mandat. Menjadi mimpi saya masuk dalam Nawa Bhakti. Bagi saya anak petani, nelayan, buruh panggul, mereka memiliki hak yang sama,” pungkasnya. (*)