Totalitas Gusdurian Banten Distribusikan Donasi Tsunami

Banten – Sehari pasca terjadi bencana alam di wilayah pesisir pantai di sepanjang Selat Sunda yang meliputi Serang, Pandeglang, dan Lampung Selatan, GUSDURian Banten melakukan aksi kemanusiaan dengan menggalang donasi.

Tahap pertama, penggalangan donasi dimulai dari 23-26 Desember 2018. Kemudian pada tanggal 27-28 Desember pendistribusian donasi tahap pertama.

“Penggalangan dana ini masih tahap pertama. Selanjutnya kami bermaksud menggalang dana yang berkolaborasi dengan semua penggerak Jaringan Gusdurian se-Indonesia,” kata Koordinator GUSDURian Banten Taufik Hidayat.

Taufik mengatakan penyaluran donasi tahap pertama ini semaksimal mungkin didiatribusikan ke daerah yang terkena dampak bencana namun masih minim mendapatkan bantuan.

Kampung Nelayan, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur adalah tempat menjadi tujuan pendistribusian donasi tahap pertama tersebut. Sebab, menurut Taufik, berdasarkan informasi valid yang ia dapatkan, lokasi tersebut masih minim pendistrbusian donasi.

“Selama dua hari ini, tanggal 27 sampai 28 Desember dari mulai perjalanan menuju lokasi dan pendistribusian donasi ini, Kampung Nelayan, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur adalah tempat menjadi tujuan pendistribusian donasi tahap pertama yang kami tuju,” ujarnya.

Ustadz Muding, tokoh masyarakat Kampung Nelayan menyambut baik dan berterimakasih banyak atas donasi yang disalurkan oleh komunitas GUSDURian Banten tersebut. “Dengan ini bisa membantu meringankan musibah yang masyarakat kami,” kata Muding.

Taufik menambahkan, kegiatan Open Donasi akan terus dilaksanakan selama diperkirakan masyarakat yang terkena dampak Tsunami ini masih perlu disalurkan donasi dan kondisinya pulih seperti sedia kala.

Ia juga mengutarakan rasa terimakasih terhadap para donatur yang secara ikhlas memberikan sebagian hartanya untuk didonasikan lewat Open Donari oleh Jaringan GUSDURian Banten.

Gusdurian Banten, lanjut Taufik, akan total melakukan aksi penggalangan dana sebagai wujud memperjuangkan nilai kemanusiaan sebagaimana yang dicontohkan Gus Dur.

“Kami akan total memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam bentuk penggalangan donasi ini. Gus Dur kan mencontohkannya seperti itu,” pungkasnya.

Musibah Tsunami yang melanda kawasan Selat Sunda terjadi pada 22 Desember 2018. Berdasarkan data yang dikeluarkan BNPB ada sebanyak 426 orang meninggal dunia, 722 orang luka, 23 orang hilang, dan juga total pengungsi akibat Tsunami ini tercatat mencapai 40.384 jiwa. Kerusakan bangunan, kendaraan dan lainnya, dan mungkin masih terus bertambah. (kholiyi/onk)

Terkait

Daerah Lainnya

SantriNews Network