MUNAS-KONBES NU 2019

Di Depan Jokowi dan Para Kiai, Ketum PBNU Sebut Khofifah Capres 2024

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa pada acara Halal Bi Halal Muslimat NU, di Gedung Konvensi TMPNU Kalibata, Jakarta, Ahad, 8 Juli 2018 (santrinews.com/istimewa)

Banjar – Bukan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj kalau tidak selalu mencairkan suasana dan membuat riuh ketika memberikan ceramah atau sambutan. Termasuk di acara pembukaan Munas Alim Ulama-Konbes NU.

Kiai Said mengawali sambutannya dengan menyebut satu per satu tamu undangan, dari presiden hingga para kiai yang hadir. Ia juga kembali menyebut Khofifah Indar Parawansa sebagai calon presiden 2024.

“Rekan-rekan badan otonom, Muslimat, ketua umumnya yang terhormat, Ibu Khofifah Indar Parawansa, yang sekarang menjabat Gubernur Jawa Timur, insyaallah capres ’24-‘34,” ujarnya disambut riuh peserta yang hadir.

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas Alim Ulama-Konbes NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, Rabu, 27 Februari 2019, ditandai dengan membunyikan angklung.

Ini kali kedua Kiai Said menyebut Khofifah sebagai calon presiden. Sebelumnya diungkapkan Kiai Said Aqil pada perayaan Harlah ke-73 Muslimat NU di Stadion Utana Gelora Bung Karno Jakarta, Ahad, 27 Januari 2019.

Selain itu, Said Aqil juga mendoakan Joko Widodo (Jokowi) agar diberi kepercayaan memimpin Indonesia lagi. Namun, dia menegaskan, apa yang disampaikannya bukan kampanye, melainkan doa semata.

“Yang hadir lebih dari 20 ribu mendoakan, bukan kampanye. Mudah-mudahan Pak Jokowi dapat kepercayaan dari Allah dan dari rakyat,” tegasnya.

“Ketua PBNU nggak boleh kampanye. Oleh karenanya, pilpres tak boleh berhenti dalam ajang suksesi kekuasaan, namun momentum penegakan kedaulatan rakyat,” sambungnya.

Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 mengambil tema ‘Memperkuat Ukhuwah Wathaniyah untuk Kedaulatan Rakyat’. Sejumlah isu penting akan dibahas, seperti masalah sampah plastik yang ada di Indonesia dan persaingan usaha di pasar bebas.

“Masalah RUU Antimonopoli dan persaingan usaha agar kezaliman ekonomi harus segera kita selesaikan. Apalagi di era globalisasi ini, pasar bebas mengandung kezaliman karena semua dikasih kebebasan.” (shir/hay)

Terkait

Nasional Lainnya

SantriNews Network