Daerah

Sembilan Visi Khofifah, Dari Tunjangan Penghafal Al-Quran Hingga Penjaga Makam

...
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (santrinews.com/hady)

Surabaya – Usai prosesi serah terima jabatan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan visi dan misinya dalam memimpin Jatim lima tahun kedepan di hadapan Pimpinan dan Anggota DPRD Jatim.

Visi yang diangkat adalah “Terwujudnya Masyarakat Jawa Timur yang Adil, Sejahtera, Unggul dan Berakhlak dengan Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatoris Inklusif melalui Kerja Bersama dan Semangat Gotong Royong”.

Bersama Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono, Soekarwo selaku Gubernur Jawa Timur 2014-2019 melakukan sendiri prosesi serah terima jabatan kepada Gubernur Jatim 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa beserta Wagub Emil Elestianto Dardak.

Menurut Khofifah, Jawa Timur adalah lokomotif ekonomi Indonesia Timur. Ada sebanyak sembilan visi dan misi yang akan dibawa Khofifah dan Emil dalam memimpin.

“Kami menamakannya Nawa Bhakti Satya. Bhakti Pertama adalah Jatim Sejahtera. Di sini ada program PKH Plus. Kami akan memberikan perhatian pada lansia, disabilitas,” kata Khofidah di Gedung DPRD Jatim Jalan Indrapura Surabaya, Senin, 18 Februari 2019.

Baca juga: Jalankan Amanah Gus Dur, Khofifah Komitmen Berdayakan Pesantren

Program tersebut, menurut Khofifah, masih sinergi dengan program Jalinmatra pada kepemimpinan Soekarwo.

Bhakti yang kedua adalah Bhakti Jatim Cerdas dan Sehat. Khofifah dan Emil berkomitmen tidak ke depan tidak lagi anak Jatim yang berhenti sekolah karena tidak punya biaya.

Kemudian juga soal ketersediaan guru, penyediaan praktik kerja lapangan, penguatan Bopda Madin, dan mendorong peningkatan kualitas layanana BPJS.

“Bhakti Ketiga ada Jatim Kerja. Untuk menjawab kebutuhan tenaga freelance di era millenial. Di sini akan dilatih tenaga freelance yang cocok di era gig economy seperti digital marketing, video blogging, dan sejenisnya,” kata Khofifah.

Baca juga: Demi NU, Kiai Pesantren Restui Khofifah Maju Pilgub Jatim

Bhakti berikutnya yaitu Jatim Akses. Ke depa Khofifah mengusung konsep tujuh koridor ekonomi. Salah satunya pengembangan wilayah strategis mulai Yogyakarta – Prigi – Malang. Juga koridor Surabaya Malang. Selain itu juga ada Jatim Agro, Jatim Berdaya, Jatim Berkah dan Jatim Harmoni.

“Konsepnya dalam Jatim Berdaya titik beratnya adalah no one left behind. Permbedayaan perempuan lansia, disabilitas, kita tempatkan masyarakat sebagai objek,” kata Khofifah.

Dalam Jatim Berkah masuk di dalamnya memberikan tunjangan bagi imam masjid, tunjangan untuk penghafal Al-Quran, beasiswa S2 bagi guru madrasah diniyah dan juga tunjangan bagi penjaga makam dan cagar budaya. (red)