Daerah

Bupati Mojokerto Minta Tahlilan Sebaiknya di Masjid Tangguh

Kamis, 16 Juli 2020 22:00 wib

...
Bupati Mojokerto Pungkasiadi saat meresmikan kampung tangguh di Kecamatan Kemlagi, Mojokerto, Kamis, 16 Juli 2020 (santrinews.com/istimewa)

Mojokerto – Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga kewaspadaan dengan menerapkan protocol kesehatan. Sebab, pandemi virus Corona atau Covid-19 belum berakhir.

“Ingat, grafik kita masih tinggi. Pandemi ini belum berakhir, jadi kita harus hati-hati,” kata Pungkasiadi saat meresmikan kampung tangguh di Kecamatan Kemlagi, Mojokerto, Kamis, 16 Juli 2020.

Karena itu, ia menyarankan pelaksanaan tahlilan sebaiknya dilakukan di masjid tangguh yang sudah memenuhi dan menerapkan standar protokol kesehatan secara ketat sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Saya paham, mungkin masyarakat sudah mulai kangen tahlilan. Namun, saya belum menyarankan untuk diadakan di rumah-rumah warga. Lebih baik di masjid tangguh,” tegasnya.

Ia mengemukakan, memulai aktivitas sosial keagamaan yang sempat tersendat akibat pandemi Corona dan disarankan bisa dijalankan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Misalnya dalam kegiatan tahlilan, agar dilaksanakan di masjid tangguh,” ujarnya.

Ia mengatakan, di Mojokerto angka sebaran Covid-19 saat ini sudah tercatat mencapai 348 orang. Namun, angka kesembuhan juga terus menunjukkan perkembangan cukup baik, dengan catatan pasien sembuh 163 orang.

“Maka dari itu, kami tidak pernah lelah mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan. Selain menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, PHBS, Germas juga harus dilaksanakan,” ujarnya.

Ia mengatakan pandemi ini baru pertama dan ia tidak mau ada yang kedua dan selanjutnya. Ia terus bupaya agar pandemi corona ini cepat selesai.

“Dari kejadian ini, kita belajar apa itu partisipasi, gotong royong, semangat dan sinergi bersama. Kamiharap upaya-upaya yang telah kamilakukan bisa mempercepat penanganan dan pemutusan rantai penyebaran Covid-19,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa adaptasi kebiasan baru dalam masa pandemi adalah menekankan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Antara lain memakai masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan, di rumah saja jika tidak ada kepentingan, penyemprotan disinfektan, serta menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” katanya.

Menurutnya, adaptasi kebiasan baru tidak berarti semua sudah normal karena tidak tahu sampai kapan Covid-19 tersebut akan berakhir.

“Adaptasi kebiasan baru saat ini adalah harapan kita agar hidup tetap produktif, aman, namun tidak sampai tertular Covid-19 dan ekonomi cepat pulih. Itu harus dipahami betul. Caranya tentu dengan menegakkan disiplin protokol kesehatan,” katanya.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi yang juga hadir dalam acara ini mengatakan, saat ini kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan semakin baik. Bahkan menurutnya, patuh bermasker ketika beraktivitas mampu membantu menekan angka penyebaran Covid-19.

“Kesadaran penerapan protokol kesehatan sudah membaik. Bahkan memakai masker, dinilai mampu membantu mencegah penularan. Tentunya dengan mengikuti protokol yang lain seperti rajin cuci tangan, jaga jarak, juga sedia hand sanitizer,” ujarnya. (ant/red)