Daerah

Gus Ipul: Jalan Sehat Sarungan Bakal Jadi Ikon Jatim

Selasa, 31 Mei 2016 03:06 wib

...
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat melepas jalan sehat sarungan di halaman parkir Kantor PWNU Jatim di Jalan Masjid Al Akbar Timur 9 Surabaya, Ahad, 29 Mei 2016 (santrinews.com/ist)

Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mensosialisasikan bahwa jalan sehat dengan menggunakan sarung akan menjadi ikon provinsi setempat karena belum pernah ditemukan di daerah lain.

“Selain di Jatim, belum pernah ada jalan sehat menggunakan sarung dan ini akan menjadi ikon,” ujarnya di sela kegiatan jalan bersama Wagub Jatim dan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil ‘Alallah di Kantor PWNU Jatim Jalan Masjid Al Akbar Timur 9 Surabaya, Ahad, 29 Mei 2016.

Menurut dia, sarung merukan salah satu budaya asli Indonesia yang fungsinya tidak hanya untuk beribadah, namun juga bisa berfungsi menggelar sejumlah kegiatan.

Sarung, lanjut Gus Ipul – sapaan akrab dia, juga tidak harus secara khusus oleh umat Muslim saja karena bisa dimanfaatkan untuk menjalankan fungsi lainnya.

“Secara tidak sadar ini bagian dari kehidupan sehari-hari, sebab sarung bisa untuk beribadah dan menjalankan aktivitas,” ucap Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I tersebut.

Selain sebagai upaya pelestarian budaya Tanah Air, kegiatan yang digelar PWNU Jatim itu merupakan rangkaian dari agenda menyambut bulan suci Ramadan 1437 Hijriah.

“Jalan sarungan seperti ini merupakan bentuk aspirasi masyarakat dalam menyambut datangnya bulan Ramadan yang memang harus disambut gembira dan suka cita,” kata Ketua PBNU tersebut.

Sementara itu, sebelumnya kegiatan dengan memanfaatkan sarung pernah digelar di Surabaya, yaitu kompetisi lari jarak jauh bertajuk “Sarong Fun Run” yang diikuti lebih dari 5.000 peserta.

Tidak hanya masyarakat umum dan atlet, ratusan peserta lainnya berasal dari prajurit TNI Angkatan Darat di lingkungan Kodam V/Brawijaya, serta ratusan personel kepolisian.

Kegiatan tersebut dalam rangka Pra Muktamar ke-33 NU yang sifatnya olahraga sekaligus bergembira karena berlari mengenakan sarung, serta menjaga tradisi. (rus/ant)