Daerah

Gelar Istighasah Doakan Para Muassis

Minggu, 21 April 2013 11:42 wib

“Istighasah dan tahlil umum ini bertujuan untuk mendoakan muassis (para pendiri) madrasah TBS Kudus, para asatidz, dan para dermawan yang sudah banyak membantu salah satu madrasah tertua di Kudus ini.” Salim S.Ag M.Pd.

Kudus – Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus telah menapaki usia yang ke-87. Hari ini, Ahad, 21 April 2013, TBS memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-87 ini dengan menggelar istighasah dan tahlil bersama yang diikuti ribuan siswa, guru, dan jajaran pengurus madrasah.

TBS Kudus didirikan oleh KH Ahmad Hadziq dan KH Abdul Muhith, dua ulama terkemuka di Kudus, pada hari Rabu Pon 7 Jumadil Akhir 1340 H, bertepatan 21 November 1928 M. Dua tahun setelah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Semula namanya adalah Madrasah Tasywiquth Thullab dengan singkatan TB yang artinya “Gandrungnya Para Pelajar”. Pada tahun 1982, ditambah kata “Salafiyah”, dengan singkatan TBS. Lokasinya strategis, hanya 600 meter sebelah utara Masjidil Aqsha (Menara Kudus). Tepatnya di desa Kajeksan, Kecamatan Kota Kudus.

Istighasah digelar di Aula madrasah, yang dipimpin oleh KH Ahmadi Abdul Fattah LC MA. Hadir dalam kesempatan itu kiai-kiai sepuh Kota Kretek, seperti KH Sya’roni Ahmadi, KH Ulinnuha Arwani, KH Ulil Albab Arwani, KH Choirozyad TA, KH Hasan Fauzi, KH Arifin Fanani, KH Nadjib Hasan, dan KH Abdul Manan.

Berbagai institusi yang diundang dalam istighasah, yaitu Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Polres Kudus, Kodim 0722/Kudus, dan kiai se Kudus.

“Istighasah dan tahlil umum ini bertujuan untuk mendoakan muassis (para pendiri) madrasah TBS Kudus, para asatidz, dan para dermawan yang sudah banyak membantu salah satu madrasah tertua di Kudus ini,” kata Salim S.Ag M.Pd, salah satu panitia.

“Untuk pencerahan, kegiatan ini diisi mau’idhah hasanan oleh Rois Syuriyah PBNU KH Sya’roni Ahmadi,” lanjutnya.

Salim seperti dilansir Suara Merdeka menjelaskan, di tengah-tengah suasana Pemilihan Bupati (Pilbup) Kudus 2013 yang akan berlangsung, kegiatan ini sekaligus dimaksudkan untuk mendoakan agar Kudus ke depan tetap kondusif dan tidak terjadi perpecahan antarmasyarakat.

“Dalam Pilbup nanti, silakan memilih sesuai hati nurani tanpa ada paksaan. Memilih pemimpin adalah salah satu tugas kita sebagai masyarakat dalam negara demokrasi di mana kita hidup,“tandasnya.

Salim berharap, dalam Pilbup nanti masyarakat bisa memilih calon yang amanah, jujur,memperhatikan pendidikan, melestarikan budaya masyarakat kudus yang santun dan bertanggungjawab.

“Jangan memilih karena uang. selain itu, jaga kebersamaan dan persudaraan dan jangan sampai terjadi perpecahan hanya gara-gara Pilbup,” kata Salim mengakhiri. (ahay/saif)