Daerah

Fairouz Huda: Ketua Ansor Jatim Harus Kreatif, Inovatif, dan Transformatif

Minggu, 21 Juli 2019 09:30 wib

...
Fairouz Huda (santrinews.com/hady)

Ansor harus menjadi organisasi yang ramah terhadap perkembangan zaman.

Surabaya – Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur 2014-2016, Fairouz Huda, mengatakan, Ansor Jatim satu-satunya organisasi kepemudaan yang memiliki struktur dan kultur organisasi yang masif hingga ke akar rumput.

Namun, kata Fairouz, selama ini potensi tersebut belum sepenuhnya berdaya. Padahal, bila potensi itu dikelola dengan baik, maka Ansor akan menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat.

“Maka sudah menjadi tugas pemimpin baru untuk menggerakkan potensi tersebut secara progresif, dengan format kaderisasi yang terarah; kreatif, inovatif dan transformatif,” kata Fairouz, di Surabaya, Ahad, 21 Juli 2019.

Baca juga: Ini Cara Nusron Wahid Semangati Pengurus Ansor Jatim

Pekan depan, PW GP Ansor Jatim melalui Konferensi Wilayah (Konferwil) pada 28 Juli 2019 di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Malang, dipastikan akan memiliki ketua definitif setelah hampir dua tahun, terhitung sejak 27 Desember 2017, tak punya ketua definitif.

Ahad, 21 Juli 2019, hari ini, digelar Pra-Konferwil di Pondok Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo. Konferwil dan Pra-Konferwil diikuti 38 Pimpinan Cabang (PC) dan 444 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari total berdasar SK Ansor Jatim sebanyak 666.

Tapi dari jumlah tersebut 222 PAC dipastikan tidak memiliki hak suara dan tinggal 444. Itupun jika 20 PAC di antaranya bisa menunjukkan berkas syarat administrasinya lengkap.

Sementara untuk pendaftaran calon ketua PW GP Ansor Jatim dibuka mulai 22 hingga 24 Juli 2019. “Dua hari, 25-26 Juli, verifikasi (berkas persyaratan calon),” kata Ketua Caretaker PW GP Ansor Jatim, Abdul Hakam Aqso di Surabaya, Jumat, 19 Juli 2019.

Baca juga: PMII Jatim Serukan Masyarakat Kawal Proses Pilgub

Menurut Fairouz, gerak langkah Ansor ke depan harus berbasis pada perkembangan teknologi informasi. “Bukan hanya cuap-cuap, dengan segala jenis apologi,” tegas Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim 2011-2013, ini.

“Akhirnya, Ansor menjadi organisasi yang ramah terhadap perkembangan zaman, dengan tetap menjaga identitasnya sebagai generasi muda sarungan,” sambungnya.

Baca juga: Jelang Muswil, Kandidat Ketua IKA PMII Jatim Bermunculan

Dengan demikin, kata Fairouz, Ansor akan memberikan dampak besar terhadap percepatan pembangunan kapasitas dan karakter sumber daya kader.

“Peran kemanfaatannya di setiap dinamika perubahan masyarakat, terkhusus masyarakat nahdliyin di Jawa Timur, juga akan tampak nyata,” pungkasnya. (red)