Nasional

Imam Besar Masjid Makassar: Spirit PSBB Sesuai Syariat Islam

Senin, 27 April 2020 18:30 wib

...
Kepolisian menghalau pengendara motor yang akan masuk ke Jakarta karena tidak mengenakan masker saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di perbatasan Tangerang Selatan dengan DKI Jakarta, Sabtu, 11 April 2020 (santrinews.com/antara)

Makassar – Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar Dr Muammar Bakry mengatakan, dalam situasi pandemi virus Corona atau Covid-19 seperti sekarang, bulan Ramadhan kali ini bisa menjadi semangat dalam situasi Pembatasan Sikap Berskala Besar (PSBB).

Yakni membatasi fisik, membatasi perilaku dan membatasi hati dari hal yang dilarang oleh agama.

“Karena yang perlu diketahui posisi kita sebagai umat Islam tentunya ada perintah agama yang harus kita ikuti, pertama itu adalah perintah dari Allah. Yang kedua yaitu perintah dari Rasulullah. Dan yang ketiga adalah perintah ulil amri atau pemerintah sendiri,” kata Muammar Bakry, di Makassar, akhir pekan lalu.

Menurut Bakry, meski sedikit berbeda karena adanya wabah Corona, namun spirit puasa Ramadhan kali ini harus tetap sama seperti pada Ramadhan sebelumnya, yakni sebagai ruang untuk melatih diri untuk menjaga nafsu dan membatasi emosi negatif.

Dengan adanya wabah Corona, kata dia, maka ada kemaslahatan besar yang harus dijaga oleh pemerintah yaitu memelihara jiwa manusia. Sehingga kebijakan pemerintah tentang PSBB adalah bagian dari tujuan utama dari kehadiran syariat Islam yang sesungguhnya yaitu menjaga jiwa manusia dari marabahaya akibat Corona.

“Kita umat Islam tentunya sudah menjadi bagian dari mengikuti perintah Allah dalam mengikuti apa yang sudah disampaikan oleh pihak pemerintah untuk menjaga jiwa kita dari virus tersebut. Ini yang harus kita pahami dan sikapi bersama,” tegasnya.

Wakil Rektor IV Universitas Islam Makassar (UIM) ini menjelaskan bahwa dengan kondisi saat ini umat Islam harus menyadari bahwa spirit keagamaan harus tetap dijaga meski tidak lagi dilaksanakan bersama dengan melibatkan banyak orang, seperti shalat tarawih atau salat berjamaah di masjid.

“Saya kira ibadah yang kita lakukan pada Ramadan kali ini sifatnya lebih personal. Puasa Ramadan kali ini dapat dijadikan pelajaran sekaligus ujian bagi umat manusia utamanya umat Islam, untuk menahan nafsunya sehingga nilai dari puasa itu bisa kita wujudkan dalam semua sendi kehidupan kita ini,” kata Pemimpin Pondok Pesantren Multidimensi Al-Fakhriyah tersebut.

Selain itu, dosen Ilmu Fiqih Fakultas Syariah UIN Alauddin Makassar ini juga berharap kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bisa membantu pemerintah, yang mana dalam kondisi saati ini yakni dengan memberikan pengertian kepada umat masyarakat.

“Jadi kita tidak bisa hanya menyerahkan tugas besar ini kepada pemerintah saja. Sehingga peran tokoh agama dan tokoh masyarakat harus hadir di tengah masyarakat untuk bisa berperan aktif untuk menenangkan dan memberikan pemahaman dalam menyikapi PSBB dan kondisi saat ini,” pungkasnya. (red)