Nasional

Aktivitas Pengajian Suku Baduy Muslim di Kampung Lembah Banten

Selasa, 25 Agustus 2020 14:30 wib

...
Pemukiman suku baduy di Kampung Baduy Mualaf Landeh, Lebak, Banten. Tampak aktivitas warga dan rumah masih mempertahankan desain rumah panggung khas Baduy (santrinews.com/antara)

Lebak – Yayasan Spririt Membangun Ukhuwah Islamiyah (Yasamu) mencetak masyarakat Badui Muslim menjadi sumber daya manusia (SDM) yang andal. Dengan demikian, kehidupan mereka menjadi lebih baik.

“Kami berharap masyarakat Badui Muslim bisa hidup mandiri dengan pendidikan yang dimilikinya itu,” kata Ketua Yasamu H Ashari di Kampung Lembah Barokah Ciboleger Kabupaten Lebak, Banten, Senin, 24 Agustus 2020.

Masyarakat Badui Muslim yang tinggal di pemukiman Lembah Barokah Ciboleger tersebar di kluster Arrojak, Arrohman, Arrohim dan Assalam dengan jumlah 50 kepala keluarga (KK).

Anak-anak mereka wajib menerima pendidikan mulai jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Mereka juga tinggal di pesantren untuk mendalami ilmu agama Islam.

Orang tua mereka juga wajib mengikuti pengajian yang dilaksanakan setiap Ahad malam dengan mendatangkan ustaz dan kiai dari luar daerah.

Pengajian itu untuk meningkatkan pemahaman ajaran Islam yang benar bersumber Alquran dan Hadits, sebab mereka para mualaf perlu memiliki akidah yang kuat dan keyakinan.

“Kami yakin melalui pengajian itu dipastikan pemahaman agama Islam juga nilai-nilai ibadah meningkat,” kata dia.

Menurut dia, pengajian yang dilaksanakan tersebut dengan metode ceramah yang disampaikan ustaz maupun kiai. Yasamu juga mendatangkan da’i dari Depok.

Pengajian dengan membahas tentang ilmu fiqh atau tata cara beribadah dengan melaksanakan shalat lima waktu, ibadah puasa pada bulan Ramadhan hingga melaksanakan haji ke tanah suci Makkah.

Selain itu, Islam mengajarkan tentang muamalah atau bermasyarakat dengan menyebar kebaikan, kasih sayang, hidup damai, rukun juga toleransi hingga mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) .“Seluruh biaya pendidikan anak-anak Badui, termasuk pengajian dan tempat tinggal mereka ditanggung oleh yayasan,” kata dia.

Benong (50) seorang warga Badui Muslim mengaku sejak enam tahun lalu bersama anggota keluarga menjadi mualaf tanpa paksaan.Saat ini, dia merasa bahagia karena anak-anak mereka bisa belajar menimba ilmu pendidikan umum dan agama di pesantren.

Setiap pekan, dia pun rajin mengikuti pengajian secara langsung juga belajar membaca Alquran dan doa-doa.Beruntung, dia tinggal di pemukiman milik Yasamu dengan lahan seluas 10 hektare dengan puluhan warga Badui mualaf lainnya.

“Kami dan keluarga tinggal di sini diberikan bimbingan ajaran Islam dengan pengajian secara gratis dan diwajibkan mengikuti pengajian untuk memiliki ilmu pengetahuan agama Islam yang benar,” kata dia.

Sementara itu, KH Denny Abdul Wahab, seorang da’i dari Depok menyampaikan bahwa ajaran Islam itu wajib melaksanakan shalat lima waktu sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat. Masyarakat Badui Muslim jangan sampai meninggalkan shalat lima waktu, karena perintah Allah SWT. (ant/red)