Nasional

Survei SMRC: 71 Persen Rakyat Indonesia Anggap Israel Bersalah Dalam Konflik di Palestina

Senin, 31 Mei 2021 20:30 wib

...
Warga Palestina mengevakuasi seorang pria yang terluka dalam bentrokan dengan tentara Israel di depan Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al Aqsa, pada Senin, 10 Mei 2021.

Jakarta – Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan mayoritas warga Indonesia menganggap Israel adalah pihak yang bersalah dalam konflik Israel-Palestina yang meningkat beberapa waktu terakhir ini.

Dari yang tahu konflik antara Israel dan Palestina, sekitar 71% menilai bahwa yang bersalah dalam konflik itu adalah pihak Israel. Ada 3% yang menilai pihak Palestina yang bersalah, dan ada 5% yang menilai keduanya bersalah. Yang tidak menjawab 21%

Temuan ini diungkapkan Direktur Komunikasi SMRC, Dr Ade Armando, saat peluncuran hasil survei SMRC bertajuk “Sikap Publik Nasional terhadap Konflik Israel dan Palestina” secara daring di Jakarta, Senin, 31 Mei 2021. Survei melalui telepon ini dilakukan pada 25-28 Mei 2021 dengan sampel 1201 responden yang dipilih secara random. Margin of error diperkirakan +/- 2,9%.

Menurut Ade, temuan ini menunjukkan kuatnya pandangan dalam masyarakat Indonesia bahwa Israel adalah pihak yang bersalah dalam konflik berkepanjangan tersebut. “Dalam hal ini, sikap politik Presiden Jokowi yang menegaskan Indonesia membela rakyat Palestina nampak sejalan dengan aspirasi publik,” kata Ade.

Melalui survei ini, diketahui mayoritas warga 88% tahu bahwa terjadi peningkatan konflik antara Israel dan Palestina.

Kecenderungan untuk menganggap Israel sebagai pihak bersalah secara merata terlihat di setiap segmen atau kelompok masyarakat.

Namun terdapat variasi di kalangan warga yang berpendapatan lebih tinggi dan yang lebih rendah. Sekitar 75% warga yang berpenghasilan lebih dari Rp 4 juta/bulan menganggap Israel bersalah, sementara 63% warga yang berpenghasilan di bawah Rp 2 juta/bulan yang berpandangan demikian.

Kecenderungan untuk memandang Israel sebagai pihak bersalah juga terlihat agak berbeda antara warga Muslim dan warga non-Muslim. Sekitar 74% dari warga Muslim menilai Israel sebagai pihak yang bersalah. Sementara pada warga non-Muslim, yang berpendapat demikian sekitar 51%.

Perbedaan cara pandang juga terlihat antara pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo.

Di kalangan pemilih Jokowi, yang menilai Israel sebagai pihak yang bersalah sekitar 67%; sementara di kalangan pemilih Prabowo persentasenya lebih tinggi, yakni 80%.

Di kalangan warga yang puas dengan kinerja Jokowi sebagai presiden, yang menilai Israel sebagai pihak yang bersalah ada sekitar 69%; sedangkan pada warga yang tidak puas ada 78%.

Di kalangan pendukung partai, yang paling tinggi persentasenya menyalahkan Israel adalah pendukung PKS (86%), PPP (86%), dan Gerindra (81%). (red)