Nasional

Sering Jelekkan Amaliyah NU, GP Ansor Tolak Ustaz Khalid Basalamah Ceramah di Masjid Hasyim Asy’ari

Sabtu, 05 Mei 2018 12:20 wib

...
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (santrinews.com/ist)

Jakarta – Gerakan Pemuda Ansor menolak Khalid Basalamah mengisi ceramah di Masjid KH Hasyim Asy’ari, Jakarta. Sebab, selama ini dakwah Khalid Basalamah kerap menjelekkan amaliyah-amaliyah yang selama ini dilakukan oleh warga NU.

“Saya berharap, pengurus Masjid KH Hasyim Asy’ari menolak permohonan (izin panitia acara) itu,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Jumat 4 Mei 2018.

Baca: Ansor Sumenep Ungkap Tujuan di Balik Pembubaran Pengajian

Diketahui, Tim Kajian Ilmiah Pegawai (TKIP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menghelat kegiatan tabligh akbar dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1439 H.

Dalam acara itu, Khalid Basalamah direncanakan memberikan ceramah di hadapan pegawai negeri sipil Pemprov DKI Jakarta di Masjid KH. Hasyim Asy’ari, Jakarta pada Ahad besok, 6 Mei 2018.

Permohonan penggunaan Masjid sudah dikirim oleh panitia penyelenggara. Namun, hingga kini belum ada pemberitahuan resmi apakah pihak masjid memberikan izin kepada panitia penyelenggara.

Menurut Gus Yaqut, Khalid Basalamah kerap berdakwah yang bertentangan dengan pandangan Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan, Khalid Basalamah kerap menjelekkan amaliyah-amaliyah yang selama ini dilakukan oleh warga NU.

Yaqut lalu mengingatkan bahwa KH Hasyim Asy’ari merupakan pendiri NU. Pemberian nama KH Hasyim Asy’ari terhadap masjid raya itu merupakan penghormatan atas jasa-jasa Kiai pendiri NU.

Baca Juga: Gus Yaqut: Kader Ansor Jangan Takut pada Kelompok Radikal dan Anti NKRI

Karena itu, Gus Yaqut menilai alangkah baiknya jika panitia penyelenggara menggunakan masjid lain, tidak menggunakan Masjid KH Hasyim Asy’ari.

Dia pun berharap pihak pengurus masjid menolak permohonan panitia penyelenggara.

“Nah kalau di dalamnya ada kajian dari orang yg kerap menyalah-nyalahkan kan amaliyah NU, bukannya itu sama saja berniat mengejek? “ ujar Gus Yaqut.

Baca Juga: Ketum GP Ansor: NU Didirikan Demi NKRI

Gus Yaqut menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud melarang seseorang untuk berdakwah. Sebaliknya, dia meminta kepada pendakwah agar tidak menyalahkan apa yang diyakini orang lain. Dalam hal ini, warga NU khususnya.

Toh tempat lain masih banyak yang bisa digunakan,” tutur Gus Yaqut. (us/cnn)