Sikapi Pro-Kontra Ceramah Gus Muwafiq, Ansor Jatim Gelar Diskusi Terbuka

Gus Muwafiq saat sowan KH Anwar Manshur di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri (santrinews.com/istimewa)

Surabaya – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur mengadakan diskusi terbuka menyikapi pro-kontra ceramah KH Ahmad Muwafiq. Diskusi menghadirkan dua narasumber, yakni Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya KH Imam Ghazali Said, dan Sekretaris LBM NU Jatim Ustadz Ahmad Muntaha AM.

Diskusi bertajuk “Mengenal Lebih Dekat Baginda Nabi Muhammad SAW: Pasca Ceramah Gus Muwafiq” itu akan berlangsung di di Graha PW GP Ansor Jatim, Jalan Masjid Al Akbar Timur 9 Surabaya, Senin malam, 9 Desember 2019.

“Semoga diskusi ini berkah untuk menambah pengetahuan dan kecintaan kita kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” kata Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim, Wasid Mansyur.

Baca juga: Menakwil Kontroversi Ceramah Gus Muwafiq

Gus Muwafiq telah dilaporkan oleh Front Pembela Islam (FPI) ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga menghina Nabi Muhammad SAW.

Sebelum dilaporkan, Gus Muwafiq sebenarnya telah mengklarifikasi dan meminta maaf melalui video yang berdurasi 2,35 detik atas isi ceramahanya.

Dalam klarifikasinya, Gus Muwafiq mengaku sangat senang karena telah diingatkan oleh umat Islam. Ia menyatakan sangat mencintai Rasulullah.

“Dengan senang hati saya banyak diingatkan oleh kaum Muslim dan warga bangsa Indonesia yang begitu cinta Rasulullah. Saya sangat mencintai Rasulullah. Siapa kaum Muslimin yang tidak ingin Rasulullah?” katanya.

Baca juga: Polisikan Gus Muwafiq, PBNU Minta FPI Banyak Membaca agar Tak Mudah Marah

Menurut Wasid, permintan maaf Gus Muwafiq tersebut ternyata tak menghentikan para pengkritik yang sudah keluar dari konteks ilmiah.

“Untuk menghindari debat kusir satu arah, sekaligus dalam rangka mengenal lebih dekat sosok baginda Nabi Muhammad SAW, maka perlu melihat jejak beliau dalam konteks ilmiah,” kata Wasid.

Wasid menegaskan, apa yang dialami Gus Muwafiq bisa juga terjadi semua orang, khususnya para juru dakwah. “Setiap manusia pasti mengalami kesalahan, tapi tidak semuanya bisa legowo dengan meminta maaf seperti dilakukan Gus Muwafiq,” pungkasnya. (red/hay)

Terkait

Daerah Lainnya

SantriNews Network