Nasional

Buka Kongres IPNU-IPPNU, Jokowi: Akan Lahir Pemimpin Hebat dari Pelajar NU

Jum'at, 21 Desember 2018 16:30 wib

...

Jakarta – Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo berpesan agar para pelajar Nahdlatul Ulama berperan menjaga persatuan bangsa Indonesia. Menurut dia, Indonesia dikaruniai beragam perbedaan. Mereka harus menghargai perbedaan itu.

“Sudah jadi hukum Allah, sunnatullah berbeda-beda,” kata Jokowi saat sambutan pembukaan Kongres XIX Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Kongres XVIII Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018.

Menurutnya, IPNU dan IPPNU berperan penting menyiapkan kader menghadapi perubahan global karena revolusi industri. Dan Jokowi yakin akan lahir pemimpin yang hebat dari kalangan pelajar NU.

“Tadi yang disampaikan Ketua IPNU dan IPPNU kalau anak sekarang bilang ‘mantul’, ‘mantap betul’. Saya yakin insyaallah anggota IPNU-IPPNU adalah calon pemimpin NU yang hebat dan calon pemimpin Indonesia yang hebat,” tegasnya.

Pernyataan Jokowi itu pun disambut tepuk tangan para pelajar dan pengurus IPNU dan IPPNU. Lebih dari 100 pelajar hadir dalam acara tersebut.

Hal itu disampaikan Jokowi menanggapi sambutan Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

Puti menyampaikan pantun yang menyinggung kebiasaan Jokowi yang sering membagikan buku dan sepeda kepada masyarakat.

Sebelum Jokowi berpidato, Ketua IPPNU Puti membacakan dua pantun di hadapan Jokowi dan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. Berikut ini pantun yang dibacakan Puti.

Pantun pertama:

Presiden Jokowi suka bagi-bagi sepeda
Kadang juga buku dan peralatan sekolah
IPPNU IPPNU organisasi anak muda
Basisnya pelajar santri dan juga mahasiswa

Pantun kedua:

Pembukaan Kongres IPPNU PPNU di Istana
Baru kali ini dalam sejarah
Presiden Jokowi sedang kerja-kerja-kerja
Mari didukung dengan riang gembira.

Jokowi mengatakan, saat ini bangsa Indonesia sedang dalam proses berhijrah. Hijrah dari pesimisme ke optimisme, dari individualisme menuju ke kerja sama berkolaborasi, dari kemarahan menuju ke kesabaran.

“Ini yang sering marah-marah, menuju kepada kesabaran-kesabaran. Hijrah, kita semua ingin hijrah juga, dari ketimpangan-ketimpangan menuju ke keadilan sosial. Saya kira ini harapan kita semuanya,” kata Jokowi.

Untuk mempercepat proses hijrah, Indonesia membutuhkan manusia unggul, cerdas, inovatif, dan cinta kepada Tanah Air. (us/dtk)