Nasional

Peci dan Cincin, pesan wasiat Uje untuk Ustad Solmed

Jum'at, 26 April 2013 11:10 wib

...
Ustadz Sholeh Mahmud (Solmed)

“Tanggal 20 malam Ahad, saya masih ketemu beliau. Saya tanya mata antum kenapa? Saya lihat pandangannya kosong, dia jawab ‘Gak apa-apa abis istirahat’. Saat itu kita sampai jam 3 pagi,” kenangnya.

Kepergian Ustad Jeffry Al Buchori menyisahkan duka mendalam bagi sahabatnya, Ustads Sholeh Mahmud atau Ustad Solmed. Pasalnya, beberapa hari sebelum berpulang, almarhum sempat berpesan pada Ustad Solmed.

Ditemui saat melayat di rumah duka, Solmed menceritakan ucapan almarhum yang menitipkan amanat untuk meneruskan perjuangan dakwahnya.

“Tanggal 20 malam Ahad, saya masih ketemu beliau. Saya tanya mata antum kenapa? Saya lihat pandangannya kosong, dia jawab ‘Gak apa-apa abis istirahat’. Saat itu kita sampai jam 3 pagi,” kenangnya.

“Tanggal 21 saya datang ke acaranya Hijab yang diselenggarakan oleh sang istri (Pipik). Saya dipanggil sama beliau masuk mobil, tahu-tahu belau ngasih cincin, ‘Lo terusin dakwah gue, nih peci buat lo’, ini peci punya die nih. Die peluk saya, ‘Jangan berhenti berdakwah, umat masih butuh dakwa ente’. Tenyata ini jawaban dari Allah,” kata Solmed sambil menangis.

“Mungkin ini rasa saya, karena sudah lama tidak ketemu, kita jarang ketemu kayak begitu, nangis kayak mau kehilangan. Cincin die kasih, peci die kasih, lama nggak ketemu,” tambahnya saat melayat ke rumah duka, Jumat (26/4/2013).

Apa yang dialami Ustad Solmed sebelum kepergian almarhum, seperti firasat. “Feeling, tenyata itu bagian dari tanda beliau akan pergi tinggalkan kita semua,” pungkasnya. (kpl/hen/uji/dar)

Sumber: Kapanlagi.com