Politik

Gubernur Khofifah Tegaskan Netral di Pilkada Serentak 2020

Senin, 02 November 2020 12:30 wib

...

Surabaya – Seiring dengan proses berjalannya kampanye Pilkada serentak 2020, cukup banyak beredar pemberitaan yang mengklaim dukungan membawa nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung salah satu pasangan calon kepala daerah.

Klaim dukungan tersebut ada yang mengatasnamakan Relawan Khofifah, Loyalis Khofifah, ataupun Sabahat Khofifah mendukung salah satu pasangan calon kepala daerah.

Menyikapi hal ini, Tim Media Khofifah Indar Parawansa, Trisnadi, menegaskan bahwa Gubernur Jawa Timur mengambil sikap netral pada Pilkada serentak 2020. Hal ini juga sudah ditegaskan beberapa kali bahwa sebagai Gubernur Khofifah mengambil sikap untuk tidak memihak pada salah satu pasangan calon kepala daerah di manapun Pilkada serentak digelar.

“Ibu Khofifah mengambil sikap netral di pilkada di semua daerah yang sedang menggelar kontestasi demokrasi. Jika ada yang menggunakan nama, atau inisial, yang mengatasnamakan atau mengesankan pribadi ibu gubernur, maka tidak ada hubungannya dengan Ibu Khofifah,” tegas Trisnadi, Senin siang, 2 Nopember 2020.

Sebagai gubernur, dikatakan Trisnadi, Khofifah ingin menjaga kesamaan jarak dengan seluruh pihak. Salah satunya dengan tidak memihak pada siapapun pasangan calon kepala daerah di pelaksanaan pilkada serentak. Hal tersebut merupakan sikap adil sebagai gubernur yang merupakan milik seluruh warga Jawa Timur.

“Dan Ibu Khofifah selalu berpesan agar semua pihak menjaga suasana proses demokrasi yang kondusif, menjaga nilai-nilai demokrasi yang arif,” tambah pria yang akrab disapa Tris ini.

Sebagaimana diketahui di Jawa Timur total ada sebanyak 19 daerah kabupaten dan kota yang menggelar Pilkada. Baik itu Pemilihan Bupati ataupun Pemilihan Wali Kota.

Saat ini proses kampanye di 19 kabupaten kota tersebut sudah mulai berjalan. Yaitu di Kabupaten Sumenep, Trenggalek, Kota Surabaya, Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Malang, Ngawi, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan, Tuban, Lamongan, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo, Jember, Situbondo, Gresik, dan Kabupaten Kediri.

“Kembali saya menegaskan bahwa siapapun yang menyatut klaim dukungan dengan nama Ibu Khofifah dalam Pilkada ini, bukan representasi dari diri beliau,” pungkas Trisnadi. (red/jaz)