Politik

Putri Gus Dur jadi Jurkam Gerindra di Jember

Rabu, 19 Maret 2014 00:30 wib

...
Yenny Wahid, saat menjadi juru kampanye Partai Gerindra di Jember, Selasa, 18 Maret 2014 (santrinews.com/kompas)

Jember – Putri Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid menjadi juru kampanye Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), di Lapangan Dukuh Dempok, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa, 18 Maret 2014.

Yenny Wahid berkampanye mendampingi Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto. Menurut Yenny Wahid, Prabowo adalah sosok yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap nasib rakyat kecil.

“Menurut Gus Dur, Pak Prabowo itu orangnya jujur dan berani,” kata Yenny Wahid, di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Gerindra.

Kejujuran dan keberanian, kata Yenny, adalah modal penting bagi seorang pemimpin karena akan berperang melawan korupsi dan kemiskinan yang mendera bangsa Indonesia.

“Prabowo ini orang langka, sudah kaya dan hidupnya enak tapi dia selalu memikirkan nasib rakyat Indonesia,” tegas istri Dhohir Farisi, anggota DPR RI dari Gerindra ini.

Prabowo mengaku dirinya sangat mengagumi sosok Gus Dur dan merasa kehilangan tokoh pluralisme itu.

“Upaya Gus Dur untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang mandiri dan dihormati bangsa lain di dunia harus diteruskan dan bisa diwujudkan,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, calon presiden dari Partai Gerindra itu memuji sosok Yenny Wahid. Ia pun berkeinginan untuk menempatkan Yenny dalam struktur kabinet pemerintahan apabila ia berhasil memenangkan pemilihan presiden dalam Pemilu 2014.

“Mbak Yenny pernah kuliah di Harvard sehingga kepintaran dan kemampuan beliau tidak diragukan lagi di kalangan warga NU (Nahdlatul Ulama). Pantasnya mbak Yenny jadi menteri apa ya,” kata Prabowo.

Usai berkampanye, Prabowo dan Yenny Wahid beserta rombongan bersilaturahim ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qodiri, KH Ahmad Muzzaki Syah di Kecamatan Patrang, Jember, serta Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan yang dipimpin KH A Nawawi Abdul Djalil. (onk/hay)