Politik

Optimalkan Potensi Madura, Sandiaga Uno Gandeng Pesantren

Kamis, 13 Desember 2018 15:30 wib

...
Sandiaga Salahuddin Uno menerima penghargaan dari KHR Thohir Zain saat bersilaturahmi ke Pondok Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Madura, Ahad, 30 September 2018 (santrinews.com/ist)

Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengaku lebih fokus pada isu ekonomi. Sebab, masyarakat lebih banyak menginginkan perubahan ekonomi.

Dengan demikian, menurut Sandi, jika berhasil membumikan gagasan yang baik, tidak sulit bagi dirinya untuk mendapatkan dukungan masyarakat.

“Kita sudah Tinggal lihat siapa yang bisa membawa perubahan bagi ekonomi,” kata Sandi di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu malam, 12 Desember 2018.

Baca: Ulama Madura Merapat ke Prabowo

Mengenai strategi pemenangan di Madura, Sandi enggan menyebut perebutan suara di sana sebagai pertempuran. Menurutnya dalam pemilihan pemimpin lebih baik jika dikatakan sebagai lomba adu gagasan. “Saya melihatnya ini lomba adu gagasan, adu ide, adu konsepsi ekonomi,” tegasnya.

Sandi menyebutkan Madura memiliki potensi yang luar biasa dalam hal peningkatan ekonomi. Namun, potensi itu tidak berhasil digali oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Di Madura ini potensinya sangat luar biasa, selama empat tahun ini mereka mengeluh masih sulit dapat pekerjaan, industri garam juga masih belum bisa dioptimalkan,” kata dia.

Baca juga: Aktivis Muda NU Sayangkan Sikap Politik Kiai Madura

Sandi mengatakan akan melakukan kegiatan dan kebijakan ekonomi yang lebih baik saat terpilih nanti. Selain itu, dia akan membangun kerja sama dengan pondok pesantren yang ada di Madura. Sebab, Sandi melihat pondok pesantren berpotensi menjadi penggerak ekonomi di Madura.

Sandi bahkan menilai dari pondok pesantren melakukan praktik swasembada. “Kalau pesantren saja bisa swasembada pangan ini merupakan satu sinyal yang sangat kuat bahwa pemerintah bisa swasembada pangan,” tegasnya.

Menurut Sandi hal itu memungkinkan lantaran ada begitu banyak pesantren di Madura. Dengan sentuhan kebijakan yang tepat, ia meyakini perekonomian di Madura dapat lebih baik.

“Bisa dalam suatu pendekatan pilot base, swasembada energi, pangan dan swasembada air. Karena kita harus pastikan pengelolaan air dan pesantren itu bisa mengelola dengan baik,” pungkasnya.

Baca juga: Kiai Dukung Prabowo, PWNU Jatim: Kami Siap Tanggungjawab

Sandi mengatakan demikian guna merespon pernyatan La Nyalla Mattaliti yang sangat optimis pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin akan memenangi mayoritas pemilih di Madura pada Pilpres 2019 mendatang.

Dengan optimisnya bahkan La Nyalla sampai berani menantang lehernya dipotong jika Prabowo-Sandi menang di Madura. “Potong leher saya kalau Prabowo bisa menang di Madura,” kata La Nyalla di kediaman KH Ma’ruf Amin, Menteng, Jakarta, Selasa 11 Desember 2018.

Pada Pilpres 2014 lalu, perolehan suara Prabowo-Hatta Rajasa berhasil unggul telak dari Jokowi-Jusuf Kalla di empat kabupaten di Madura. Hasil rekapitulasi KPU menunjukkan Prabowo-Hatta mendapat 830.968 suara, sementara Jokowi-JK sebanyak 692.631 suara. (us/bbs)