Bupati Azwar Anas Ajak Umat Islam Banyuwangi Kembali Tekuni Sains

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menghadiri pengajian (santrinews.com/ist)

Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak umat Islam untuk kembali menekuni sains atau ilmu pengetahuan agar bisa terus berkembang dan memberi manfaat bagi seluruh umat.

“Sains dan agama tidak saling membelakangi, tidak saling bertentangan. Dengan sains, kita umat beragama bisa terus maju memberi kemanfaatan,” ujarnya di Banyuwangi, Kamis, 5 Mei 2016.

Sebelumnya Anas juga menyampaikan ajakan itu kala diundang di hadapan ribuan jamaah di kompleks pemakaman Syekh Datuk Abdurrahim Bawazir di Kelurahan Lateng, Banyuwangi, dalam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad dan Haul ke-140 Datuk Abdurrahim Bawazir.

Datuk Abdurrahim Bawazir adalah sosok habaib yang mendakwahkan Islam di Bumi Blambangan beratus tahun lalu. Selain kompleks pemakaman, Masjid Al-Hadi yang tak jauh dari makam merupakan peninggalan tokoh yang setiap hari diziarahi ratusan umat Muslim dari berbagai daerah itu.

Anas yang datang bersama keluarga besarnya mengatakan, umat Islam mempunyai peran strategis dalam sejarah perkembangan sains. “Di antaranya lewat warisan kerajaan Muslim Andalusia di Eropa yang sangat berpengaruh di zamannya pada abad VII,” ktanya.

Anas mengatakan, peradaban Islam di Eropa tidak hanya menghasilkan berbagai ahli di bidang keislaman. Namun juga lahir para sainstis sekaligus ulama semacam Ibnu Sina atau di Barat kerap disebut Avicenna.

“Ibnu Sina membangun fondasi ilmu kedokteran modern lewat karyanya, Qonun At-Tib. Anak-anak kita harus dijelaskan tentang ini bukan dalam rangka nostalgia, tapi meningkatkan motivasi agar kembali menekuni sains, belajar giat ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Anas, Pemkab Banyuwangi juga terus meningkatkan kualitas pendidikan. Di antaranya melalui beasiswa Banyuwangi Cerdas yang sudah mencapai sekitar Rp14 miliar pada tahun ini sejak diluncurkan pada 2011. Lebih dari 700 mahasiswa asli Banyuwangi yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia mendapat beasiswa ini.

Yang terbaru, diluncurkan Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), sebuah gerakan menjaring anak yang berhenti sekolah dan mengajaknya kembali ke kelas. Tahun ini sebanyak 3.101 anak yang sempat putus sekolah kembali diajak bersekolah.

“Itu semua sebagian ikhtiar kami. Di samping itu, pengembangan pendidikan tinggi kami dorong, seperti pendirian Universitas Airlangga di Banyuwangi dan juga pengembangan kampus-kampus yang lain,” tukasnya.

“Termasuk perpustakaan di desa-desa. Sekarang dalam proses revitalisasi alun-alun yang bakal dilengkapi perpustakaan umum yang luas dan penuh koleksi buku sains,” sambung mantan ketua umum PP IPNU ini.

Anas menambahkan, umat Islam juga seyogianya bisa bersatu. “Kami sampaikan kepada para jamaah agar terus menjaga biar Banyuwangi dan Indonesia ini bersatu,” tutur Anas. (shir/ant)

Terkait

Daerah Lainnya

SantriNews Network