Paus Yakin Kedamaian Bisa Kalahkan ISIS

Vatikan – Aksi radikal Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq dan Syria/ISIS) menarik perhatian Paus Fransiskus. Dalam pernyatannya pada Kamis, 7 Agustus 2014, Paus menyerukan agar aksi ISIS bisa dihentikan.

Seperti dilansir CNN, Vatikan menyatakan, Paus merasa prihatin dengan aksi brutal yang dilakukan kelompok militan itu.

“Saudara-saudaraku yang teraniaya. Aku tahu kalian banyak menderita dan banyak yang diambil dari kalian,” kata Paus, seperti dikutip Vatikan. Ia optimistis, kedamaian akan mengalahkan ISIS.

Paus pun mendesak agar dunia bekerja sama menghentikan ISIS dan melindungi pihak-pihak yang menjadi korban. “Dan memastikan bantuan yang diperlukan, terlebih oleh tunawisma,” ujarnya.

Nasib mereka, kata Paus, seperti dilansir Vivanews, tergantung pada solidaritas seluruh masyarakat dunia.

Seperti diketahui, ISIS menjadi sorotan dunia akhir-akhir ini. Gerakan radikal itu bukan hanya menghancurkan situs-situs agama yang penting, tetapi juga membunuh secara besar-besaran.

ISIS nyaris menguasai Irak dan membuat puluhan ribu warga Kristen melarikan diri karena takut. Tapi sasaran ISIS sepertinya tak hanya umat Kristiani. Warga beragama selain Islam pun, misalnya Yudaisme dan Zoroastrinisme, merasakan hal serupa.

Seorang Yazidi, Vian Dakhil menganggap ISIS telah melakukan pembantaian, bukan hanya kepada umat manusia. “Semua agama “ňúdibantai’ ISIS,” ujar Dakhil.

Ia sendiri merupakan keturunan Kurdi. Agamanya dianggap pra-Islam, dan menggabunkan Kristen, Yudaisme, dan Zoroastrinisme. Dakhil merupakan kelompok agama paling minoritas di Irak.

ISIS bertujuan membentuk negara atas dasar agama. Untuk itu, mereka memprovokasi beberapa negara untuk ikut bergabung menjadi militan, termasuk Indonesia. (ahay)

Terkait

Dunia Lainnya

SantriNews Network