H Slamet Effendy Yusuf Diduga Kelelahan dan Kena Serangan Jantung

Almarhum diapit Gus Mus dan Kiai Said saat Muktamar NU di Jombang. (santrinews.com/bst)

Jakarta – Wakil Ketua Umum PBNU Slamet Effendy Yusuf meninggal dunia. Slamet ditemukan wafat di dalam kamar hotel Ibis Styles, Bandung, Jawa Barat, oleh Kiai Haji Amidhan.

Diceritakan Staf Sekretariat Lembaga Pengkajian MPR, Anwar, saat dihubungi, Kamis, 3 Desember 2015, Slamet meninggal di sela waktu istirahat rangkaian kegiatan Lembaga Pengkajian MPR dari tanggal 1 sampai 3 Desember di Bandung. Awalnya, Slamet terlihat sehat-sehat saja.

“Ketika ditanya teman-teman lembaga lain, beliau menyatakan sehat. Tapi gelagat yang kita lihat pada pukul 14.00 WIB siang, beliau sering mengelus dada,” kata Anwar yang ikut rombongan MPR ke Bandung ini.

Slamet lantas mengikuti kegiatan MPR, terakhir dia mengikuti pertemuan antara MPR dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang berakhir pada pukul 22.00 WIB. Pertemuan itu adalah dengan pendapat pelaksanaan Undang-undang dalam hal rencana pembangunan daerah. Selepas pertemuan itu, Slamet Effendy dan rombongan kembali ke Hotel Ibis Styles di Jalan Braga untuk beristirahat.

Akhirnya diketahui pada malam hari itu, Slamet telah meninggal dunia. “Semalam ditemukan di kamar, beliau sudah meninggal. Yang menemukah KH Amidhan dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) itu,” kata Anwar.

“Kata keluarganya, beliau terlalu aktif kegiatan, kelelahan. Petugas medis yang datang tadi menyatakan meninggalnya wajar, mungkin karena serangan jantung,” kata dia.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung. Pada pukul 03.00 WIB dini hari, tutur Anwar, keluarga Slamet Effendy sudah menjemput jenazah Effendy untuk dibawa ke kediaman di Cibubur, Jakarta Timur.

Sebagaimana diketahui, Slamet juga merupakan Pengurus MUI Pusat. Dia juga mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode, pernah juga menjabat sebagai Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

Kiprahnya di bidang politik adalah pernah menjadi Ketua DPP Partai Golkar. Dia juga menjadi anggota MPR pada 1988-1993 kemudian menjadi anggota DPR periode 1992-2009.

Slamet lahir di Purwokerto Jawa Tengah pada 12 Januari 1948. Dia meninggal dunia pada Rabu (2/12) pukul 23.00 WIB malam tadi. Dia wafat pada usia ke-67. Jenazahnya kini disemayamkan di rumah duka Kompleks Perumaha Citra Gran, Castle Garden Blok H-5 Nomor 18, Cibubur, Jakarta Timur. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Purwokerto, kampung halamannya. (nabil/dtk)

Terkait

Nasional Lainnya

SantriNews Network