Bom Medan

Soal Ledakan di Medan, PBNU: Bom Bunuh Diri Bukan Jihad

ekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini (santrinews.com/istimewa)

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu pagi, 13 Nopember 2019. Dalam Islam bom bunuh diri bukan jihad.

“Bom bunuh diri bukan jihad. Bom bunuh diri bukan perintah agama,” kata Sekretaris Jenderal PBNU H A Helmy Faishal Zaini, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 13 Nopember 2019.

Baca juga: Bom Bunuh Diri, Jihad Orang Sakit Jiwa

Helmy menjelaskan, jihad dalam pemaknaan Islam adalah segala usaha untuk memuliakan manusia, orang tua yang bekerja siang malam untuk menafkahi keluarganya.

“Islam mengutuk kekerasan. Bahkan tidak ada satupun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan,” tegasnya.

Baca juga: Takfiri dan Kekerasan

Helmy mendorong aparat penegak hukum agar mengusut tuntas motif dan akar perilaku tindakan bom bunuh diri. NU juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Mendorong aparat untuk mengusut tuntas motif dan akar perilaku tindakan bom bunuh diri,” ucap dia.

Aksi ledakan bom bunuh diri terjadi di Mako Polrestabes Medan pukul 08.45 WIB tadi. Satu orang dilaporkan tewas yang diduga merupakan pelaku.

Kejadian ini juga mengakibatkan enam orang lainnya mengalami luka, serta merusak empat kendaraan.

Aksi ledakan bom bunuh diri terjadi di Mako Polrestabes Medan pukul 08.45 WIB tadi. Satu orang dilaporkan tewas yang diduga merupakan pelaku.

Kejadian ini juga mengakibatkan enam orang lainnya mengalami luka, serta merusak empat kendaraan.

Aparat sudah berhasil mengungkap identitas terduga pelaku bom bunuh diri. Terduga pelaku bernama Rabbial Muslim Nasution. Informasi yang diterima, Rabbial merupakan pria kelahiran 11 Agustus 1995. Berdasarkan data yang diungkap aparat, pelaku berstatus sebagai pelajar/mahasiswa. (red/cnn)

Terkait

Nasional Lainnya

SantriNews Network