PPP Kubu Djan Faridz Minta Romy Cs Taubat

Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya, Romahurmuziy alias Romy (santrinews.com/liputan6)

Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bidang Komunikasi dan Informasi hasil Muktamar VIII Jakarta Akhmad Gojali Harahap mengatakan, bahwa Muktamar VIII PPP yang digelar di Surabaya adalah ilegal.

“Tidak ada satu alasan pun yang bisa membenarkan bahwa Muktamar (PPP) Surabaya itu legal,” kata Gojali, di Jakarta, Senin, 15 Desember 2014.

Ia menyebutkan, dasar atau alasan digelarnya Muktamar Surabaya baik secara AD/ART maupun undang-undang Parpol adalah ilegal atau bahasa fiqh-nya “haram”, maka semua proses dan hasil Muktamarnya ilegal alias “haram”.

“Jadi, pernyataan Romahurmuziy atau Romy itu menunjukkan dia tidak paham aturan, hanya mengedepankan ego, keangkuhan dan semata-mata nafsu mengejar kekuasaan. Semua aturan dia labrak, penghargaan terhadap ulama sepuh PPP tidak ada,” tegasnya.

“Buktinya KH Maimoen Zubeir mengakui Muktamar Jakarta, bersedia sebagai Ketua Majelis Syari’ah dan hadir memberi tausiah di Mukernas I,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Gojali seperti dilansir Antara meminta kepada Romy cs untuk segera bertaubat dan tidak lagi membuang kesempatan.

“Kepada Romy cs segeralah bertaubat, jangan lagi membuang-buang energi untuk melakukan pekerjaan yang merusak PPP, termasuk mengomentari semua proses dan hasil Muktamar VIII Jakarta, karena Muktamar yang kami lakukan sangat-sangat konstitusional,” kata Gojali.

Saat ini kepengurusan PPP terpecah menjadi dua kubu. Kubu Romahurmuziy hasil muktamar Surabaya, pada 15-18 Oktober, dan kubu Djan Faridz hasil muktamar Jakarta pada 30 Oktober-2 Nopember 2014. (us/saif)

Terkait

Politik Lainnya

SantriNews Network