Nasional

Yenny Wahid Dinobatkan sebagai Tokoh Perubahan 2018

...
Pendiri The Wahid Foundation Yenny Wahid menerima anugerah Tokoh Perubahan Republika 2018 (santrinews.com/istimewa)

Jakarta – Pendiri sekaligus Direktur Utama The Wahid Foundation Yenny Wahid dinobatkan sebagai salah satu Tokoh Perubahan Republika 2018. Yenny dinilai sebagai tokoh pejuang toleransi dan pemberdayaan perempuan.

Anugerah Tokoh Perubahan Republika 2018 diserahkan oleh ketua DPR Bambang Soesatyo di ruang pertemuan Djakarta Theater Jalan MH Thamrin No 9 Jakarta, Rabu malam, 24 April 2019. Yenny menerima penghargaan tersebut bersama empat tokoh inspiratif lainnya.

Keempat tokoh tersebut yakni Rustamaji (Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Papua), Bahlil Lahadalia (Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia/HIPMI), Ustadz HM Jazir ASP (Ketua Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta), dan Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Pusat Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB).

Baca juga: Yenny Wahid di Panggung Politik dan Mimpi Generasi Millenial Gus Dur

Komisaris Utama Republika, Erick Thohir membuka secara langsung malam penganugerahan Tokoh Perubahan Republika 2018.

Ia pun mengajak semua pihak untuk menjadi tokoh-tokoh selanjutnya yang memberi perubahan bagi Indonesia. Tokoh yang memberi inspirasi bagi banyak orang lewat dedikasinya untuk bangsa.

Dalam pembukaannya, ia menyampaikan sebuah pesan persatuan untuk masyarakat. “Kami mengajak seluruh elemen untuk menjadi tokoh-tokoh perubahan baru, demi kesejahteraan bangsa Indonesia,” kata Erick.

Menurut Erick, persatuan merupakan salah satu syarat sebuah bangsa untuk maju. Maka dari itu, ia mengingatkan masyarakat untuk kembali bersatu dan tak terpecah belah.

“Kita harus bisa atasi, karena persatuan menjadi syarat mutrak kita semua, agar negara ini dapat berkembang dan menjadi maju yang dapat diakui dunia internasional,” ujar Erick.

Baca juga: Presiden Jokowi Hadiri Hari Perdamaian Internasional di Pesantren Annuqayah

Erick mengatakan, Republika sebagai salah satu media di Indonesia siap menjadi penengah di tengah iklim politik Indonesia yang sedang panas. Ia mengajak masyarakat kembali harmonis, usai kontestasi politik yang sangat panas tahun ini.

Di balik persatuan tersebut, terdapat tokoh-tokoh yang menyerahkan seluruh dedikasinya untuk Indonesia. Orang-orang yang memberikan inspirasi dan perubahan bagi bangsa ini untuk terus maju.

Diketahui, Republika sejak 2005 rutin memberi penghargaan bagi tohoh-tokoh inspiratif dalam malam penganugerahan Tokoh Perubahan.

“Ini adalah puncak penghargaan dari Republika, penghargaan terhadap tokoh-tokoh memberikan yang terbaik kepada kemanusian, ilmu pengetahuan, bangsa, dan negara,” ujar Erick.

Mengawali sambutannya, Yenny Wahid mengutip sambutan Bahlil Lahadalia yang menyebut semua orang memiliki potensi menjadi orang besar. “Menurut saya, salah. Bahlil sendiri tidak berpotensi menjadi orang besar. Justru yang punya potensi itu saya,” seloroh perempuan bernama lengkap Zannuba Arifah Chafsoh ini.

Baca juga: Gus Dur, Madrasah Kehidupan

Namun, putri kedua Gus Dur ini buru-buru menukas pernyataannya. Ia menyebut bahwa Bahlil berpotensi jadi orang sukses dan hebat. “Tetapi ukuran (badan)-nya segitu aja,” candanya disambut tempik sorak dan derai tawa hadirin.

Hadir dalam malam penganugerahan tersebut, para tokoh dan pejabat tinggi negara. Antara lain Ibu Negara keempat RI Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Mahkmah Konstitusi 2008-2013 Moh Mahfud MD, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ustaz Yusuf Mansur, dan Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Sejumlah Menteri Kabinet Kerja juga hadir antara lain Mensesneg Pratikno, Seskab Teten Masduki, Menkominfo Rudiantara, Mensos Agus Gumiwang, Menaker M Hanif Dhakiri, Mendes Eko Putro Sanjoyo, Menhub Budi Karya, Mentan Amran Sulaiman, KSP Moeldoko, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf. (us/red)