Daerah

NU Jombang Minta 22 Oktober Ditetapkan Hari Besar Nasional

Kamis, 23 Oktober 2014 02:38 wib

Jombang – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang meminta agar pemerintahan baru yang digawangi Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menetapkan 22 Oktober sebagai hari besar nasional guna memperingati Hari Resolusi Jihad. Alasannya, pada 22 Oktober 1945, resolusi jihad telah dikumandangkan oleh ulama NU melalui KH M Hasyim Asyari.

Lewat pintu resolusi jihad itu pula akhirnya berkobar pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang sekarang diperingati sebagai Hari Pahlawan. “Artinya, resolusi jihad punya peran penting dalam pertempuran 10 November mengusir penjajah. Resolusi Jihad adalah jiwa patriotisme ulama membela tanah air,” kata Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar, Rabu 22 Oktober 2014.

Ironisnya, peran ulama dalam mengusir penjajah itu seolah tersobek dari lembar sejarah. Resolusi jihad, lanjut Isrofil, hanya dipandang sebelah mata. “Oleh sebab itu, sebagai bentuk penghargaan perjuangan para ulama yang dipimpin KH Hasyim Asyari yang juga Rois Am PB NU waktu itu, kami mendesak pemerintahan Jokowi -JK agar menetapkan 22 Oktober sebagai hari besar nasional,” katanya menegaskan.

Pernyataan Ketua PCNU Jombang itu setali tiga uang dengan lontaran pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan Jombang, KH Zulfikar As’ad. Menurutnya, resolusi jihad adalah wujud kecintaan kiai NU terhadap NKRI. Memperingatinya sebagai hari besar nasional adalah mengingatkan kepada generasi muda bahwa ulama tidak hanya berada di musala atau pesantren ketika negeri ini dalam cengkeraman penjajah

“Ini harus terus digelorakan dan disuarakan, agar pemerintah dan masyarakat luas mengetahui bahwa ulama sangat mencintai tanah air dan ikut turun berjuang demi bangsa dan negara,” ujar kiai muda ini.

Sementara itu, seperti dilansir Beritajatim, dalam peringatan 69 tahun Resolusi Jihad yang digelar di kantor PCNU Jombang, disamping diisi orasi kalangan muda NU, juga dibentangkan spanduk yang ditujukan kepada Jokowi -JK. Spanduk itu bertuliskan ‘Tetapkan 22 Oktober sebagai Hari Besar Nasional, memperingati resolusi jihad KH Hasyim Asy’ari. (saif/ahay)