Daerah

Santri dan Pelajar Lintas Agama Bertemu

Sabtu, 20 Desember 2014 15:18 wib

...
Kiri ke kanan: Pdt. Yusuf Eko Basuki, Js. Imam Santoso, Ustadz Hasyim Asyari, dan Kiai Taufiq Syakur, pada acara Dialog Lintas Agama di Aula SKB Batuan Sumenep (santrinews.com/dok)

Sumenep – Sekitar 100 pelajar dari lintas agama dan kepercayaan dari berbagai sekolah dan pesantren di Kabupaten Sumenep, Sabtu, 20 Desember 2014, bertemu di Aula SKB Batuan, Sumenep.

Mereka menghadiri Talk Show dan Dialog Lintas Agama bertajuk “Mempererat Kerukunan Antar Umat Beragama” yang diselenggarakan Duta Perdamaian Madura, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sumenep.

Hadir sebagai narasumber Kiai Taufik Syakur (Nahdlatul Ulama), Js. Imam Santoso (Konghucu), Pdt. Yusuf Eko Basuki (Kristen), dan Kiai Hasyim Asyari. Hadir pula dari pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI).

Koordinator Duta Perdamaian Madura, M Kamil Akhyari dalam sambutnya mengatakan, masyarakat Madura belum sepenuhnya rukun. Menurutnya, masih banyak orang yang bersikap eksklusif dalam memandang keragaman.

“Hasil survei Search for Common Ground dan Asian Muslim Action Network kepada pemuda di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, dan Sampang, 31.6 persen dari 350 responden menyatakan tidak nyaman bergaul dengan keyakinan berbeda,” paparnya.

Temuan tersebut harus segera disikapi, karena bisa menjadi bom waktu. Lanjut Kamil, jangan sampai person atau kelompok itu semakin membesar, karena akan menghancurkan serta merusak kerukunan yang telah digagas para pendiri bangsa.

“Kami tegaskan, intoleransi bukan budaya bangsa. Indonesia dibangun di atas perbedaan. Namun, generasi muda mulai melupakan fakta sejarah tersebut, sehingga lahir insan-insan eksekutif,” paparnya.

Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Sumenep Kiai Taufiq Syakur menyambut baik acara tersebut. “Acara ini kontekstual, mengingat sebentar lagi umat Kristiani akan merayakan Natal,” paparnya sebelum memulai menyampaikan materi.

Ketua KNPI Sumenep, Moh Mahsun berharap, kegiatan tersebut berlanjut dengan aksi-aksi konkret di lapangan. “Kita buktikan Sumenep damai dan rukun melalui kegiatan nyata,” harapnya. (mam/ahay)