Peduli Sesama Lintas Agama, Gereja Kristus Radja Rutin Gelar Baksos

Surabaya – Rasa persaudaraan antar sesama tanpa melihat perbedaan status suku dan agama
harus terus dipupuk. Diantaranya melalui kegiatan bakti sosial.
Itulah yang dilakukan Pengurus Gereja Kristus Radja Surabaya. “Setiap dua minggu sekali kami memang rutin ngadakan acara baksos seperti ini,” kata Gatot, Koordinator Bakti Sosial di Gereja Kristus Radja Jl. Residen Sudirman Surabaya, Rabu 5 Oktober 2016.
Baksos itu rutin digelar dua kali dalam satu minggu bersama tukang becak dan masyarakat di lingkungan gereja lainnya yang kurang mampu.
“Seperti membuat warung raharjo yang diperuntukan buat tukang becak dan masyarakat lingkungan sini yang kurang mampu,” ujarnya.
Di warung itu, mereka membayar Rp.3000 dan sebanyak Rp.1000 ditabung. Tabungan itu bisa diambil saat mereka membutuhkan. “Biasanya diambil saat hari raya,” jelasnya.
Menurut Gatot, bakti sosial ini sudah berjalan lebih lima tahun. Ada sekitar 150 orang yang ikut, dari kalangan tukang becak, pasukan kuning, lansia pemulung dan masyarakat kurang mampu lainnya.
“Tanpa membedakan status agama mereka. Ini merupakan suatu perbuatan cinta kasih terhadap sesama,” tegasnya.
Menurut Gatot, Gereja Katolik tidak boleh memandang agama dalam kegiatan sosial. “Perinsipnya kita berbuat baik bukan mencari pahala, tapi karena Tuhan sendiri memang sudah lebih dulu berbuat baik terhadap kita,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Romo Sad budi yang juga salah satu tokoh di Gereja Kristus Radja menyampaikan bahwa, baksos ini bentuk ungkapan iman. “Iman kami mengajarkan supaya kami mengasihi sesama manusia, lebih-lebih mereka yang berkekurangan,” tegasnya.
Romo Sad menambahkan, baksos hanya merupakan salah satu wujud ungkapan iman yang dilakukan.
“Syukur setiap kali kami dapat kembali kepada iman kami dan menyadari bahwa ini sungguh-sungguh wujud nyata dari iman kami, kalau hanya didoakan saja, ya tidak terlalu nyata,” pungkasnya. (rus/onk)