Daerah

Menunggu Kiprah Perempuan di Ranah Publik

Jum'at, 14 Juni 2013 19:34 wib

Pamekasan – Keterlibatan perempuan di ranah publik merupakan suatu keharusan. Ruang untuk berperan juga sudah terbuka lebar. Bukan hanya pada saat ini. Di masa Nabi Muhammad SAW, perempuan tercatat berperan cukup besar di dalam perjuangan penyebaran Islam.

Hal itu disampaikan Bupati Pamekasan H Achmad Syafii saat menjadi keynote speaker di acara pembukaan Sekolah Kader Kopri (SKK) I se Jawa Timur, di auditorium SMKN 3 Pamekasan, Jumat, 14 Juni 2013.

Syafii berharap, perempuan tidak lagi berpangku tangan di ranah domestik, melainkan bisa berkiprah di ranah publik. “Kami berharap, PMII Kopri bisa menjadi kontrol politik dan bermitra dengan pemerintah. Bentuk mitranya berkaitan dengan pembangunan dan pencerdasan bangsa ini,” ujarnya, di hadapan ratusan kader putri PMII se Jawa Timur itu.

Ketua Umum PC PMII Pamekasan Didik Ahmad dalam sambutannya mengatakan, acara SKK yang bertemakan ‘Politik dan Perempuan’ diadakan dalam rangka menyiapkan calon pemimpin perempuan handal di masa depan, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional.

“Saya melihat peran perempuan khususnya di bidang politik masih sangat rendah dan kurang diapresiasi oleh kebanyakan orang,” tegasnya.

Padahal, sambuang pria yang masih membujang ini, eksistensi perempuan dalam bidang politik sejatinya merupakan bagian penting dari tegaknya demokrasi di negara ini. “Nah pada momentum politik ini kita mencoba menyadarkan kaum hawa melalui kegiatan seperti ini,” pungkasnya. (ahay/saif)