Daerah

Pemkab Gresik Perbaiki Lokasi Wisata Religi

Jum'at, 19 Juli 2013 22:32 wib

...
Pintu Masuk Asta Sunan Giri (panoramio.com/santrinews.com)

Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, akan melakukan sejumlah perbaikan lokasi wisata religi untuk kenyamanan kalangan wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Gresik, Tarso Sagito, Kamis, 18 Juli 2013, mengatakan anggaran perbaikan telah diajukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2013.

Selain itu, anggaran juga diajukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014 dengan total anggaran perbaikan mencapai Rp1 miliar,” katanya, seperti dilansir Antara, Jumat, 19 Juli 2013.

“Total anggaran perbaikan akan diperuntukan bagi perbaikan objek wisata religi di beberapa tempat, seperti makam Fatimah Binti Maimun di Desa Leran Kecamatan Manyar,” katanya.

Ia mengatakan, lokasi wisata religi lainnya yang akan diperbaiki meliputi makam Raden Santri, Bukit Surowiti di Kecamatan Panceng, Sumur Songo di Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Gresik, serta beberapa tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan seperti makam Sunan Giri, dan prasarana yang kurang memadai di makam Maulana Malik Ibrahim.

Untuk wisata religi makam Fatimah Binti Maimum dan makam panjang, pemkab akan membuatkan lokasi parkir, sebab banyak peziarah yang kesulitan ketika memarkir kendaraannya karena tidak tersediannya lokasi parkir.

Sedangkan untuk makam Raden Santri, akan diusulkan membongkar bangunan di depan makam, kemudian dibangunkan pendapa atau balai untuk memberikan kenyamanan bagi para penziarah.

Dan untuk wisata Bukit Surowiti, pemkab akan mengalokasikan anggaran untuk pembuatan sarana penghijaun serta perbaikan jalan.

“Kini Bukit Surowiti sudah menjadi rujukan utama para wisatawan, dan bila ada perbaikan kami yakin akan lebih banyak mendatangkan wisatawan, dan memberikan kontribusi besar terhadap PAD Gresik,” katanya.

Tarso berharap, dengan adanya perbaikan lokasi wisata religi akan meningkatkan kontribusi PAD Gresik yang selama ini hanya mendapatkan Rp2 miliar per tahun dari wisata religi. (ahay/saif).