Daerah

PMII Menjaga Peradaban Aswaja di Bumi Serambi Mekkah

Senin, 13 Maret 2017 23:39 wib

...

Banda Aceh – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Banda Aceh bersama pengurus Komisariat Sultan Iskandar Muda Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh membuka Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA).

MAPABA dengan mengusung tema “Menjaga Peradaban Aswaja di Bumi Serambi Mekkah” itu berlangsung dari 13 Maret hingga 23 Maret 2017.

Panitia pelaksana MAPABA, Fauzi Efendi menjelaskan, MAPABA PMII merupakan sistem kaderisasi formal tahap pertama yang bertujuan memberikan pembekalan kepada mahasiswa yang akan bergabung dalam PMII.

Sebagaimana yang termaktub dalam Anggaran Dasar PMII Pasal 4 bahwa tujuan dari PMII ialah “Terbentuknya Pribadi Muslim Indonesia yang Bertaqwa Kepada Allah SWT, Berbudi Luhur, Berilmu, Cakap dan Bertangungjawab dalam Mengamalkan Ilmunya dan Komitmen Memperjuangkan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia.”

Menurut Fauzi, tema itu dipilih sebagai bentuk perjuangan PMII untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dengan mempertinggi mutu ilmu pengetahuan yang berhaluan Islam Ahlussunah Wal Jamaah. Mempererat hubungan dengan para ulama dan umara agar terciptanya ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah.

Untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat manusia. Maka, kami hadir atas nama Islam dan Indonesia agar menjadi garda terdepan dalam merawat keindonesiaan. Sebab, Islam punya peran penting mewujudkan kemerdekaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Ukhuwah islamiyah mutlak harus dijaga sekuat mungkin. Agar Islam tetap menjadi Rahmatan Lil ‘Alamin. Karena kalau kita mampu melihat sejarah masa lalu, dakwah Islam masuk ke bumi Nusantara ini bukan melalui jalur peperangan,” kata Fauzi.

Menurut Fauzi, Mahasiswa sudah selayaknya paham bagaimana berorganisasi agar kelak dapat memimpin atau dipimpin. Tidak hanya sekedar belajar apa yang diberikan dalam bangku kuliah, akan tetapi pengetahuan dan keterlibatan dalam berorganisasi juga penting bagi mahasiswa.

“Dengan kata lain tidak harus menomorduakan kuliah, tapi keduanya harus berimbang,” tegasnya. (ubaid)