Daerah

Bupati Baddrut Tamam: Para Dai Terdahulu Sebarkan Islam Melalui Seni Budaya

Sabtu, 12 Januari 2019 10:30 wib

...
Bupati Pamekasan, Madura, Baddrut Tamam, menghadiri Koloman Budaya di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Jumat malam, 11 Januari 2019 (santrinews.com/antara)

Pamekasan – Bupati Pamekasan, Madura, Baddrut Tamam menyatakan, kesenian dan kebudayaan sejatinya tidak bertentangan dengan ajaran agama. Menurut Baddrut, agama Islam di Indonesia tersiar ke berbagai daerah melalui seni budaya.

“Kesenian itu malah bikin hidup menjadi lebih hidup, karena ada rasa, karsa dan cipta dalam seni dan budaya,” kata Baddrut Tamam saat menyampaikan sambutan dalam acara koloman atau pengajian budaya bertema di Pendopo Ronggosukowati Pemkab Pamekasan, Jumat malam, 11 Januari 2019.

Acara koloman budaya itu digelar komunitas seniman dan budayawan Pamekasan, yakni Civitas Koteka dengan tema “Tor-Catoran Masa Depan Kebudayaan dan Kesenian di Pamekasan.”

Baddrut pun mengajak kalangan seniman dan budayawan di Pamekasan bisa menghidupkan kembali kesenian di Kabupaten Pamekasan.

Ia berjanji, Pemkab Pamekasan akan memberikan wadah khusus kepada kalangan seniman dan budayawan di Pamekasan untuk berekspresi, menyalurkan bakat seninya melalui gedung kesenian.

“Rencananya, akan kita bangun di Taman Kowel, Pamekasan. Jadi disana nanti, kalangan seniman dan budayakan Pamekasan bisa menyalurkan bakat seni mereka,” ujar Baddrut.

Mantan anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini lebih lanjut menjelaskan, sementara ini memang ada yang menganggap bahwa kesenian bertentangan dengan agama.

Padahal, jika merujuk kepada sejarah pemkembangan Islam di Nusantara yang dibawa oleh para wali, agama Islam justru menyebar melalui kesenian.

“Tentunya seni yang dipraktikkan oleh para dai terdahulu adalah seni yang memperhatikan kearifan lokal, memperhatikan kepantasan dan kesopanan,” katanya.

“E atoreh ajunan berkesenian disini. Ayo kita bangga dengan kesenian yang kita miliki,” katanya, menambahkan.

Acara koloman budaya itu menghadirkan beberapa orang narasumber sebagai pembicara. Yakni Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Pamekasan KHR Wazirul Jihad, Ketua Dewan Kesenian Pamekasan KH Makmun Tamim, Halifaturrahman dan Soni Budiarto dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Pamekasan, dan Kosala Mahinda dari Vihara Avalokitesvara.

Sebelum diskusi berlangsung, terlebih dahulu ditampilkan pembacaan puisi oleh perwakilan seniman dan budayawan dari sejumlah komunitas seni dan teater se-Kabupaten Pamekasan.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam juga turut membacakan puisi berjudul “Madura, Akulah Sajadahmu” karya budayawan Madura asal Kabupaten Sumenep, D Zawawi Imron.

Bersama para musisi, Bupati Baddrut Tamam juga menyanyikan bebera lagu Iwan Fals, antara lain lagu berjudul “Ibu”. (rus/ant)